PANGKEP-KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com,PANGKEP – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan serta mengawasi stabilitas harga bahan pokok di wilayah binaannya, Babinsa Kelurahan Balleangin, Serda Bahtiar, melaksanakan kegiatan pemantauan harga jual beli bahan pokok di Pasar Tradisional Balleangin, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), pada Sabtu, 2 Agustus 2025 pukul 08.30 Wita.
Kegiatan ini merupakan bagian dari peran Babinsa dalam memonitor kondisi sosial ekonomi masyarakat serta menjaga komunikasi aktif antara TNI dan warga. Serda Bahtiar mengatakan, pemantauan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok sekaligus menyerap informasi langsung dari para pedagang terkait ketersediaan stok barang kebutuhan harian masyarakat.
“Harga bahan pokok cukup fluktuatif, namun secara umum masih dalam kategori stabil. Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak kelurahan maupun kecamatan agar jika terjadi lonjakan harga yang signifikan bisa segera diantisipasi,” ungkap Serda Bahtiar di sela-sela kegiatan.
Berdasarkan hasil pemantauan, berikut adalah daftar harga bahan pokok yang tercatat di Pasar Balleangin
Beras Medium: Rp. 13.000/kg
Bawang Merah: Rp. 35.000/kg
Bawang Putih: Rp. 35.000 – Rp. 40.000/kg
Cabe Besar: Rp. 40.000 – Rp. 50.000/kg
Cabe Kecil (Rawit): Rp. 50.000 – Rp. 80.000/kg
Tomat: Rp. 10.000 – Rp. 20.000/kg
Telur Ayam Ras: Rp. 50.000/rak
Ayam Potong: Rp. 50.000 – Rp. 80.000/ekor
Minyak Goreng Kemasan: Rp. 20.000/liter
Gula Merah: Rp. 26.000/kg
Tepung Terigu (Kompas): Rp. 12.000/kg
Gula Pasir: Rp. 18.000/liter
Tahu: Rp. 10.000/kg
Tempe: Rp. 10.000/kg
Daging Sapi: Rp. 120.000/kg
Pemantauan ini juga menjadi bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam menjamin ketersediaan serta keterjangkauan bahan pangan bagi masyarakat, terutama menjelang momentum penting seperti hari besar nasional atau keagamaan yang kerap memicu lonjakan harga.
Kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari para pedagang maupun pengunjung pasar. Mereka berharap pemantauan seperti ini rutin dilakukan agar harga tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, Babinsa tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara rakyat dan pemerintah untuk mewujudkan kestabilan ekonomi di tingkat lokal.





