Muhammad Fadli, Giat Berdakwah Di Majelis Taklim

BARRU-KLTV INDONESIA

klivetvindonesia.com, Barru.17 Juli 2025- Muhammad Fadli merupakan figur Tokoh Agama Kecamatan Mallusetasi, beliau juga merupakan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Mallusetasi sekaligus juga menjabat sebagai Pimpinan Cabang DDI Mallusetasi priode 2025-2030.

Giat dakwah adalah merupakan aktivitas yang dilakukan secara aktif dan bersemangat dalam menyebarkan ajaran Islam. Ini bisa mencakup berbagai kegiatan seperti ceramah, kajian, kegiatan sosial, dan penggunaan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan agama. Tujuannya adalah mengajak orang lain untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, serta mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim.

Figur Muhammad Fadli di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Barru terutama di sektor wilayah Kecamatan Mallusetasi, beliau sangat dikenal dengan gestur dakwah mencerahkan dan mencerdaskan umat, kajian-kajian yang mengedukasi masyarakat agar supaya mendapatkan pemahaman agama yang shahih dan mendalam.

Alumni Pondok Pesantren DDI Mangkoso dan Program Doktoral Universitas Muhammadiyah Parepare ini, berhasil membawa perubahan dakwah kontemporer sesuai dengan kebutuhan umat saat ini.

Dakwah pencerahan adalah upaya untuk menyebarkan ajaran Islam yang bertujuan memajukan dan mencerahkan kehidupan umat Islam. Dakwah ini menekankan pada pembebasan, pemberdayaan, dan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan, membawa umat dari kegelapan menuju cahaya pengetahuan dan kebaikan.

Majelis Taklim binaan beliau memberikan apresiasi terhadap sosok Doktor muda putra asli Palanro Kecamatan Mallusetasi ini atas dedikasi dan pendampingannya selama ini dengan banyak berkontribusi pada aspek dakwah dan sosial keagamaan.

Menurut hemat pemikiran Dr. Muhammad Fadli Alimuddin, bahwasanya dakwah pencerahan itu sejatinya bertujuan untuk memberdayakan umat Islam agar memiliki kemampuan dan potensi untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Menurut pemikiran Dr. Muhammad Fadli ini, bahwasanya tujuan Dakwah Pencerahan:

1. Menciptakan masyarakat yang lebih baik, unggul, dan utama dalam segala aspek kehidupan.
2. Menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia.
3. Membawa umat dari kegelapan menuju cahaya, dari kebodohan menuju pengetahuan.
4. Membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
5. Meningkatkan kualitas hidup umat Islam dari aspek ruhiyah, fikriyah, nafsiyah, dan jasadiyah.

Beliau juga menambahkan bahwasanya, Tantangan dakwah masa kini sangat kompleks dan beragam, mencakup perubahan sosial, kemajuan teknologi, dan pergeseran nilai-nilai budaya. Beberapa tantangan utama meliputi:
1. Era Digital dan Disrupsi Informasi

a). Informasi yang Tidak Terverifikasi

Media sosial dan internet dipenuhi berbagai informasi, termasuk yang tidak benar atau menyesatkan, yang dapat membingungkan umat dan menyebarkan paham yang salah.

b). Perubahan Media:
Dakwah kini harus menjangkau audiens melalui berbagai platform digital seperti media sosial, blog, podcast, dan video streaming, yang menuntut adaptasi dan kemampuan menggunakan teknologi.
c). Literasi Digital:
Umat Islam perlu memiliki literasi digital yang baik agar mampu memilah dan memilih informasi yang benar serta bijak dalam menggunakan teknologi untuk dakwah.

2. Pergeseran Nilai dan Budaya

a). Globalisasi
Arus globalisasi membawa nilai-nilai baru yang terkadang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti gaya hidup konsumtif dan sekulerisme.
Kesenjangan Sosial:
Perbedaan ekonomi dan sosial dapat menjadi penghalang dakwah, terutama jika pesan dakwah tidak menyentuh akar permasalahan yang dihadapi masyarakat.
b). Krisis Identitas
Sebagian umat Islam mengalami krisis identitas dan merasa asing dengan ajaran agama, yang menuntut pendekatan dakwah yang lebih relevan dan kontekstual.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *