LEMBAGA BADIK CELEBES INDONESIA (LBCI) TAMPILKAN PUSAKA LANGKAH DI GAU MARAJA LEANG-LEANG MAROS 2025

 

MAROS – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com — Salah satu penampilan paling menyita perhatian dalam perhelatan Gau Maraja Leang-Leang Maros 2025 adalah dari Lembaga Badik Celebes Indonesia (LBCI). Di tengah lautan budaya dan tradisi dari berbagai penjuru Nusantara, LBCI tampil memukau dalam Kirab Budaya dan Pameran Benda Pusaka yang digelar untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Maros ke-66.

 

Dengan mengusung semangat pelestarian warisan leluhur, LBCI menampilkan koleksi badik dan pusaka langka yang menyimpan nilai sejarah dan filosofi mendalam. Yang paling menjadi sorotan, Kegiatan Gau Maraja ini menghadirkan Pusaka Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, serta pusaka milik Menteri Kebudayaan, Bapak Fadli Zon, sebagai bentuk kehormatan dan kepercayaan terhadap kegiatan ini.

Ketua Umum LBCI, Ahmad Hatta, yang juga bertindak sebagai salah satu panitia pelaksana acara, menyampaikan bahwa keikutsertaan LBCI adalah bentuk komitmen untuk menjaga eksistensi bilah pusaka di tengah derasnya arus modernisasi.

“Tampil di Gau Maraja adalah kehormatan besar bagi kami. Ini bukan sekadar pameran, tapi pengabdian budaya. Kami ingin menunjukkan bahwa pusaka bukan benda mati, tapi simbol identitas, kehormatan, dan sejarah perjuangan,” ujar Ahmad Hatta.

 

Kirab Budaya yang digelar pada Jumat, 4 Juli 2025, dimulai dari Rumah Jabatan Bupati Maros dan berakhir di Kompleks Kantor Bupati Maros. LBCI berjalan bersama ratusan kontingen lainnya dari lembaga adat, paguyuban, komunitas budaya, dan institusi daerah. Pasukan berkuda, pakaian adat dari berbagai daerah, hingga gendang tradisional ikut menyemarakkan suasana, membuat kota Maros seolah kembali ke masa keemasannya.

Selain mengikuti kirab, LBCI juga mengisi Pameran Bilah Pusaka yang berlangsung di Baruga A dan B Kompleks Kantor Bupati Maros. Pengunjung yang memadati area pameran tampak antusias menyimak penjelasan seputar filosofi badik, jenis logam, bentuk bilah, hingga sejarah penggunaannya dalam kehidupan masyarakat Bugis-Makassar tempo dulu.

Ketua Panitia Gau Maraja Leang-Leang, Marjan Massere, S.Pd., M.Pd, menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi LBCI dan lembaga-lembaga budaya lainnya. Ia menekankan bahwa kekuatan Gau Maraja bukan hanya pada kemegahannya, tetapi pada nilai-nilai yang diusung.

“LBCI tampil luar biasa. Mereka hadir bukan hanya membawa benda pusaka, tapi membawa pesan budaya yang kuat,” kata Marjan.

Acara ini ditutup dengan Mattompang Bersama, yaitu ritual penyucian pusaka yang menjadi simbol spiritual dalam rangkaian Gau Maraja. Ritual ini dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Maros dan dihadiri oleh ratusan tokoh adat, pemerhati budaya, serta masyarakat umum.

Gau Maraja Leang-Leang 2025 membuktikan bahwa budaya bukan sekadar perayaan masa lalu, melainkan warisan hidup yang terus berkembang. Dan LBCI, dengan segala daya upaya dan dedikasinya, telah menjadi bagian penting dalam menjaga nyala budaya di tanah Maros.

 

Tim Redaksi KLTV Indonesia
Editor: Angga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *