JENEPONTO – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com — Suasana mencekam melanda Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, saat banjir bandang besar menghantam dua desa pada Sabtu pagi, 5 Juli 2025. Hujan deras selama dua hari berturut-turut memicu meluapnya air sungai, menghancurkan puluhan hektare lahan pertanian dan merobohkan rumah warga. Terjangan air datang tiba-tiba dan begitu dahsyat, membuat warga menjerit panik di tengah suara gemuruh arus yang menggulung segalanya.
Di Desa Bontomanai, air dari Sungai Liku Bondong meluap deras hingga melewati jembatan, menghantam tanggul dan merendam lahan-lahan pertanian di sekitarnya. Tanaman siap panen seperti cabai, tomat, padi, dan timun habis disapu air.
“Handtraktor saya simpan di sawah dekat sungai. Saya tidak menyangka akan seperti ini. Tiba-tiba jam 7 pagi air meluap dengan deras,” kata H. Rate, petani yang kehilangan alat-alat pertaniannya.
Baharuddin, Ketua BPD Bontomanai, dengan nada cemas mengatakan, “Air meluap hingga ke atas jembatan, lahan pertanian porak-poranda, dan kami belum tahu sampai kapan kondisi ini akan membaik.”
Warga yang tinggal di bantaran sungai berhamburan menyelamatkan diri. Suara teriakan histeris menggema di antara hujan yang tak henti turun. Seorang ibu dilaporkan pingsan setelah melihat tanaman panennya hanyut tak bersisa. Anak-anak menangis mencari orang tuanya dalam kepanikan.
Desa Bontotiro: Rumah Nyaris Ambruk, Evakuasi Dramatis di Tengah Derasnya Arus
Di Desa Bontotiro, sungai Sampeang meluap hingga menenggelamkan pemukiman warga. Sekitar enam rumah terdampak parah, termasuk milik Dg Turu, Dg Lau, H. Temba, dan Dg Dingin. Rumah Dg Ni’ni di Dusun Sampeang nyaris ambruk diterjang arus.
Saat banjir datang, Dg Ni’ni bersama lima anggota keluarganya masih berada di dalam rumah, sibuk menyelamatkan harta bendanya. Teriakan minta tolong terdengar pilu di antara gemuruh air, hingga warga sekitar bahu-membahu mengevakuasi mereka menggunakan tali dan perahu seadanya.
“Saya kira mereka sudah tidak bisa keluar,” ujar salah satu warga, “tapi kami dengar teriakan minta tolong dari dalam rumah, langsung kami lari dan bantu. Alhamdulillah semua selamat.”
Sayangnya, puluhan karung gabah petani, dua motor, dan satu ekor sapi ikut terseret arus. Rumah-rumah yang berada di bantaran sungai mengalami kerusakan berat, sebagian nyaris tak bersisa.
Aparat dan BPBD Bergerak Cepat, Kapolres Jeneponto, AKBP Widi Setiawan, S.I.K., M.I.M., didampingi Kapolsek Kelara-Rumbia IPTU Muh. Kasim, Camat Rumbia Abd. Rajab K.R. Lau, dan BPBD Kabupaten Jeneponto langsung turun ke lokasi.
“Kami sudah berada di lokasi sejak pagi dan langsung melakukan evakuasi serta pendataan,” ujar Kapolres. “Warga yang terdampak akan segera kami bantu untuk pemulihan awal.”
Camat Rumbia, Abd. Rajab K.R. Lau mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. “Curah hujan masih sangat tinggi. Wilayah Rumbia sangat rawan banjir dan tanah longsor. Warga di dekat bantaran sungai diminta mengungsi sementara ke tempat lebih aman.”
*Khaeruddin Tompo – KABIRO JENEPONTO
Redaksi: KLTV Indonesia
Pantau terus berita darurat hanya di www.klivetvindonesia.com













