Misi Kemanusiaan di Tengah Alam Maros: Tim SAR Gabungan Kerahkan Drone Cari Kakek 83 Tahun Hilang di Hutan Tellumpanuae

MAROS-KLTV INDONESIA

klivetvindonesia.com, Maros, Sulawesi Selatan – Suasana haru dan tegang menyelimuti Desa Tellumpanuae, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros. Seorang warga lanjut usia, H. Buana Raja (83), dilaporkan hilang sejak beberapa hari lalu, dan hingga H-5 operasi pencarian, belum ditemukan. Tim SAR Gabungan terus mengerahkan berbagai upaya dalam misi penyelamatan yang menjadi perhatian masyarakat luas.

Operasi pencarian pada Senin pagi (30/6/2025) dimulai pukul 07.00 WITA dengan briefing bersama seluruh unsur yang terlibat. Berdasarkan hasil koordinasi, operasi dibagi menjadi dua SRU (Search and Rescue Unit):

SRU 1 fokus pada pencarian udara menggunakan drone di sekitar aliran sungai Dusun Matajang,

SRU 2 siaga penuh di posko induk untuk koordinasi dan penanganan lanjutan.

Kondisi cuaca saat ini, menurut data dari BMKG, mendukung upaya pencarian dengan cuaca berawan, suhu 27°C, kelembapan 81%, dan kecepatan angin 3,6 km/jam dari arah timur.

Data Korban:

Nama: H. Buana Raja

Usia: 83 Tahun

Alamat: Desa Tellumpanuae, Kec. Mallawa, Kab. Maros

Unsur Gabungan yang Terlibat:

BASARNAS

BPBD Maros

BAZNAS Tanggap Bencana Kab. Maros

PMI Maros

Polsek Mallawa

Koramil

Dinas Kehutanan

SAR UNM

SNAR Indonesia Kota Makassar

SAR Pangan Makassar

SAR MAR-TEAM

Dompet Dhuafa

HIVE Indonesia

Kepala Operasi dari BASARNAS menyampaikan bahwa kerja sama dan solidaritas lintas lembaga menjadi kekuatan utama dalam misi kemanusiaan ini. “Kami terus berharap dan berdoa agar H. Buana Raja dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Pihak keluarga yang ditemui di posko induk pun berharap dukungan doa dari seluruh masyarakat. “Beliau orang tua kami, sudah sepuh, semoga Allah SWT memberikan keajaiban dan petunjuk kepada para tim SAR,” ucap salah satu cucu korban dengan mata berkaca-kaca.

Operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga hasil ditemukan. Semangat kemanusiaan, keteguhan tim gabungan, serta doa dari masyarakat menjadi cahaya harapan di tengah situasi darurat ini.

“Avignam Jagat Samagram — Selamatlah Alam Semesta.”

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *