Koptu Sujarman Intensif Pantau Progres Pembangunan Unit SPPG di Wilayah Kodim 1421/Pangkep Isi Berita: Pangkep, Sulawesi Selatan

PANGKEP-KLTV INDONESIA

klivetvindonesia.com,  Pangkep – Dalam rangka mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam hal pemenuhan gizi, Koptu Sujarman selaku Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Bonto Perak Kodim 1421/Pangkep aktif melakukan pemantauan terhadap pembangunan Unit SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang berlokasi di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Bonto Perak, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep.

Kegiatan pemantauan ini merupakan bentuk tanggung jawab aparat teritorial dalam memastikan seluruh proyek pembangunan di wilayah binaannya berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Koptu Sujarman turun langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan fisik bangunan serta melakukan koordinasi dengan pihak pelaksana proyek.
Menurut Koptu Sujarman, pembangunan Unit SPPG ini sangat penting karena akan menjadi pusat layanan masyarakat yang berfokus pada pemenuhan gizi, terutama bagi ibu hamil, balita, dan kelompok rentan lainnya. Ia berharap keberadaan unit ini nantinya mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat setempat secara signifikan.

“Sebagai aparat kewilayahan, kami berkewajiban untuk ikut memastikan bahwa proses pembangunan fasilitas publik seperti Unit SPPG ini berjalan sesuai rencana. Hal ini penting agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Koptu Sujarman di sela-sela kunjungannya.

Pembangunan Unit SPPG ini merupakan bagian dari upaya sinergis antara TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya dalam rangka memperkuat layanan kesehatan dasar di tingkat kelurahan. Selain itu, kehadiran Babinsa dalam proses pemantauan juga mencerminkan komitmen Kodim 1421/Pangkep untuk selalu hadir dan peduli terhadap setiap kebutuhan warga binaannya.

Diharapkan dengan selesainya pembangunan Unit SPPG ini, masyarakat Kelurahan Bonto Perak dan sekitarnya dapat mengakses layanan gizi yang lebih baik dan terjangkau. Hal ini juga diharapkan mampu menekan angka gizi buruk dan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Pangkep secara keseluruhan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *