Meriah! Ribuan Pelajar Latihan Tarian Kolosal Sambut Hari Jadi Maros ke-66

MAROS – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com– Sulawesi SelatanMenjelang peringatan Hari Jadi Kabupaten Maros ke-66 tahun 2025, suasana semangat dan kebersamaan begitu terasa di kalangan pelajar. Ribuan siswa dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tengah melakukan latihan intensif untuk menampilkan tari kolosal dalam acara puncak yang dijadwalkan digelar pada Selasa, 17 Juni 2025, di Lapangan Pallantikang, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.

Kegiatan ini bukan sekadar latihan seni biasa, melainkan wujud antusiasme generasi muda dalam memeriahkan hari kelahiran Bumi Turikale, sebutan lain dari Kabupaten Maros. Di bawah bimbingan pelatih profesional dan dukungan dari pemerintah daerah, para pelajar dengan penuh semangat mempersiapkan penampilan terbaiknya.

 

> “Latihan tari kolosal ini adalah bentuk kecintaan kami kepada daerah. Kami ingin memberikan yang terbaik di momen spesial ulang tahun Kabupaten Maros,” ungkap salah satu siswa SMP yang turut serta dalam latihan.

 

 

 

 

Ketua Panitia Tari Kolosal Kabupaten Maros, Alam, yang juga menjabat sebagai Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai simbol penyambutan bagi tamu-tamu daerah yang hadir di perayaan hari jadi.

 

> “Tarian kolosal ini adalah bentuk penyambutan khas dari Maros, terutama saat ada tamu penting dari luar daerah. Ini momen membanggakan dan membawa berkah, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Maros,” jelas Alam.

 

 

 

Ia menambahkan bahwa latihan ini adalah bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang cinta budaya dan siap memperkenalkan kekayaan seni lokal ke tingkat nasional.

 

 

Latihan kolosal ini juga menunjukkan sinergi antara pelatih, guru, dan para siswa. Semua pihak terlibat aktif demi kelancaran pertunjukan yang akan menjadi sorotan pada hari H peringatan.

 

> “Kami senang bisa ikut latihan bersama. Rasanya bangga bisa tampil di Hari Jadi Maros. Semoga tidak ada yang salah gerakan dan semua bisa tampil kompak,” ujar seorang siswi SDN yang ikut berlatih.

 

 

 

Panitia berharap bahwa penampilan tari kolosal nantinya tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga menjadi identitas kebudayaan Maros yang semakin dikenal di Sulawesi Selatan, bahkan nasional.

 

> “Semoga ini menjadi awal yang baik untuk Maros yang semakin sejuk, kompak, dan hebat ke depannya,” tutup Alam.

 

 

 

Acara puncak Hari Jadi Maros ke-66 tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sarana memperkuat nilai budaya, semangat kebersamaan, serta rasa cinta terhadap daerah sejak usia dini.

 

 

 

 

Penulis : Ikbal Nakku

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *