BARRU – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com, Barru. Dalam moment pelantikan ASN PPPK oleh Kemenag R I 2025,di gedung pusat layanan haji dan umrah terpadu (PLHUT) kabupaten Barru provinsi Sulawesi selatan pada Senin, 26 Mei 2025.
Alhamdulillah ungkapan rasa syukur atas apa yang beliau dapatkan sampai saat ini,karena ia yakin atas proses yang beliau lewati tidaklah mudah,niat yang penuh keyakinan dan disertai dengan doa serta kesabaran.
Beliau terlahir dari sebuah kampung kecil bernama Kampung Baru Kelurahan Palanro berada di wilayah Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru, pada tanggal 27 Juli 1988 lahirlah seorang bayi mungil beratnya 4 Kg, buah hati dari pasangan H. Alimuddin Hamma’da, S.Pd dengan Hj. Rusiati Latief, S.Pd.
Muhammad Fadli Alimuddin lahir dari orang tua PENDIDK (Guru Sekolah Dasar/SD), beliau mendapatkan didikan langsung dari orang tuanya, dan tentunya tak kala pentingnya peran seorang kakek bernama H. Abdul Latief (Bung Latief) dan Hj. Atisa Mustaring (Puang Mustaring) yang memberikan bimbingan dan didikan, terutama dari aspek Adab/Akhlakul Karimah.
Beliau sejak kecil terbiasa ikut dengan sang kakek dan Nenek berkebun cengkeh di sebuah Kampung bernama Lompo Tengah Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu. Disanalah beliau terbiasa pisah dengan orang tuanya, karena alasan kedua orang tuanya sibuk menjadi seorang tenaga pengajar (Guru). Selama tiga tahun berada di areal perkebunan ikut bersama sang kakek dan nenek, membuat sosok Muhammad Fadli Alimuddin terbiasa hidup dengan alam bebas di tengah areal hamparan perkebunan cengkeh.
Alam yang indah nan asri hijau disertai udara yang segar dan sejuk membuat Fadli betah tinggal di wilayah yang sangat jauh dari kebisingan dan ramainya perkotaan. Bermain dan menyatu dengan alam bebas,sudah terbiasa bagi sosok Muhammad Fadli.
Pada usia 7 tahun beliau kembali ke Palanro dengan alasan mau sekolah. Karena di lokasi perkebunan cengkeh sangat susah menjangkau Sarana Pendidikan artinya akses sekolah sangatlah jauh sekali. Mengingat medan yang cukup terjal dan harus melewati beberapa anak sungai. Inilah alasan sang kakek dan nenek memulangkan sosok Muhammad Fadli ke Orang tuanya untuk disekolahkan di Palanro Kecamatan Mallusetasi.
Sekitar tahun 1995, beliau mulai menempuh pendidikannya di Sekolah Dasar (SD) di Kampung Baru Kelurahan Palanro. Selama 6 tahun beliau belajar di Sekolah tersebut. Selama di SD beliau memiliki pestasi gemilang, mulai kelas 1 hingga kelas 6 selalu rangking 1 hingga tamat SD. Beliau masih ingat guru-gurunya diantaranya:
Hj. Bulaeng Drs. Amirullah Drs. Alifron Hamid
Drs. H. Sahabuddin Hj. Rusmiati, S.Pd Faridah, A. Ma Hj. Andi Mannawiyah, S.Pd.I
Pada tahun 2001, beliau lulus di Sekolah Dasar (SD) lalu melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren DDI Mangkoso di Madrasah I’dadiyah selama satu tahun, gedungnya masih di Atas Masjid Ad Da’wah Mangkoso. Pada saat itu, guru-guru yang pernah mengajar beliau:
1. Anre Gurutta KH. Amiruddin Usman, Lc (Kepala Madrasah)
Gurutta KH. Muh. Said, S.Ag
Gurutta KH. Ansar Taha, M.A
Gurutta Zakariya, S.Ag
Gurutta Ansar Baso, S.Ag
Gurutta H. Mustamin, S. Ag
Gurutta Abd. Rahman, S.Ag Ustadzah Hj. Bongaria, S. Ag
Beliau saat itu tinggal di Asrama Blok D berlokasikan di pinggir sungai Mangkoso yaitu dibina langsung oleh Gurutta H. Ansar Baso (Almarhum). Beliau betul-betul merasakan betapa perjuangan harus berpisah dengan orang tua dan keluarga. Makan apa adanya dan tidur dengan kesendirian, sering menangis karena kerinduan, tetapi ini semua harus dijalani karena harus mondok di Pesantren.
Pada tahun 2002 beliau menamatkan Pendidikannya di Madrasah I’dadiyah DDI Mangkoso, lalu melanjutkan studinya di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra DDI Mangkoso yaitu di TONRONGNGE. Setelah tamat di Tsanawiyah atau MTs, beliau lanjutkan pendidikannya pada jenjang Madrasah Aliyah (MA) putra DDI Mangkoso, Tonrongnge adalah tempat dimana santri mendapatkan didikan dan bimbingan dari ulama-ulama yang alim dan kharismatik diantaranya:
Anre Gurutta KH. Abdul Wahab Zakarita, M.A Anre Gurutta KH. Alwi Dg Paranru, Lc Gurutta Abdul Gaffar, M.A Gurutta Drs. Muhammad Asy’ari
Gurutta H. Andi Saharuddin, M.H
Gurutta Dr. H. Abdul Rahman, M. Ag Gurutta KM. Saharullah Maddaeni, S.Ag Ustadz Kamil, S. Ag Ustadz Ahmad Makkah, S. Ag Ustadz Muh. Nasir, S. Ag
Ustadz Dr. H. Khaerullah, M.A
Setelah menamatkan studinya di Tonrongnge selama 6 Tahun. Beliau sempat mendaftar sebagai Calon Bintara Polri (Polisi) di tahun 2008, namun beliau gagal dalam tes seleksi Calon Bintara Polri saat itu. Sehingga beliau melanjutkan pendidikannya di STAI DDI Mangkoso selama 5 Tahun.
Setelah meraih gelar kesarjanaannya di STAI DDI Mangkoso, beliau memulai karirnya sebagai Guru Honorer di SMAN 1 MALLUSETASI, namun tidak bertahan lama sebagai guru honor, hanya 2 tahun saja, sejak 2013 sampai 2015. Beliau sejak tamat sarjananya sosok Fadli tetap melanjutkan pendidikannya di Program Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR). Di Tahun 2015 beliau mendapatlam gelar akademik sebagai Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I).
Ada banyak pengalaman-pengalaman profesi pekerjaan yang pernah beliau jalani, diantaranya:
2014, beliau mendirikan Madrasah Diniyah Awaliyah Kampung Baru. 2014, menjadi relawan Demokrasi (RELASI) KPU Barru
2014, asisten Dosen di STAIN PAREPARE. 2015, Pendamping Lokal Desa (PLD) 2016, beliau Menjadi Dosen Tetap di STIA AL GAZALI Barru, selama 4 tahun. 2017, Dosen luar Biasa di STIKES MUHAMMADIYAH SIDRAP.
2018, Dosen Kontrak UMPAR
2019, Menjadi Seorang Penyukuh Agama Islam di KUA Mallusetasi (Honorer)
2020, Menjadi Dosen Tetap Pascasarjana UMPAR
2025, menjadi seorang ASN PPPK kementrian Agama Kabupaten Barru.
Muhammad Fadli pernah menjadi Kepala Madrasah Diniya Awaliyah Ma’arif NU Kampung Baru Palanro. Selama 6 tahun.
Pada tahun 2017, beliau melanjutkan studinya di Program Doktoral Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Parepare, selama 3 tahun beliau menempuh pendidikan S-3 Konsentrasi Pendidikan Islam.
Beginilah secara singkat rekam jejak perjalanan hidup seorang anak Guru yang banyak menuai pengalaman kerja di berbagai instansi/lembaga.
Semoga Pencapaian yang diraih ini akan menjadi motivasi kepada Muhammad Fadli untul selalu membahagiakan kedua orang tuanya.
Berkat doa orang tua membuat kita bisa sukses. Teruntuk kedua orang saya Bapak H. Alimuddin Hamma’da dan Hj. Rusmiati Latief, saya ucapkan terima kasih atas doa-doanya, sehingga saya bisa sukses seperti ini, dan juga buat istri Maghfirah Nur Amaliah, S.Ap terima kasih atas support dan motivasinya dan selama ini mendampingi suami hingga bisa sukses.





