Ketua laskar merah putih Sultra Geram dengan Dua oknum polisi bersaudara yang diduga aniaya empat (4) warga kolaka

Klivetvindonesia.com, Sultra-
Dua oknum polisi di kolaka diduga menganiaya empat (4), warga kolaka, kejadian bermula pada saat korban hendak berpulang dari permandian kea-kea paska liburan panjang idul fitri, Rabu 02 April 2025.

Pada saat korban hendak keluar dari permandian kea-kea desa ulunggolaka, kecamatan latambaga, dengan mengendarai roda empat atau mobil jenis Honda Brio korban bersama keluarga ber pas-pasan dengan mobil pelaku di pendakian, dengan ruas jalan yang begitu sempit, pada saat korban hendak menanjak, pelaku ngotot untuk turun, sedangkan ruas jalan tidak memungkinkan untuk di lewati Dua kendaraan jenis empat roda atau mobil. ” Jelas korban.

” Bermula cekcok mulut dan akhirnya Dua oknum polisi menganiaya korban dan mengancam mengunakan pistol, karena tidak terima pelaku di video olehh salah satu keluarga korban, dan akhirnya pelaku juga menganiaya korban lainnya, “imbuhnya.

Menurut ketua laskar merah putih Sultra kejadian ini merupakan kejadian yang sangat memalukan bagi institusi kepolisian polres kolaka, apa lagi Dua oknum polisi ini bersaudara kandung, Seharusnya polisi menjadi pengayoman buat masyarakat bukan mala berbalik menganiaya masyarakat,” Jelas ketum laskar merah putih

 

Saya meminta kepada kapolres kolaka agar segera mencopot Dua oknum polisi bersaudara dan memberhentikan dari kepolisian, karena ini sangat mencederai cinta polri bagi masyarakat kolaka, ” Tagas ketum.

 

Apabila dalam kurung waktu 2×24 jam kasus tersebut belum bisa di tuntaskan maka saya selaku ketua umum laskar merah putih akan mengawal kasus ini sampai di tingkat kepolisian daerah Sulawesi Tenggara, dan saya menegaskan kepada kapolres kolaka jika tidak menyelesaikan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi, maka secara jentelman anda harus turun dari jabatan kapolres. “Tutup ketum.

 

Laporan team.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *