Banyak Pihak “Kepanasan” atas Pemberitaan PETI, Ada Apa?

Bengkayang – Pemberitaan mengenai aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Gudang Garam, SK, Pasiran, dan PMP, Beijing, menuai berbagai respons dari sejumlah pihak. Beberapa di antaranya tampak merasa “kepanasan” dengan laporan yang beredar.

Salah satu tanggapan datang dari JM, yang diketahui sebagai seorang wartawan di Kabupaten Bengkayang. Dalam pesan WhatsApp yang dikirimkannya, JM mempertanyakan kebenaran isi berita yang menyebutkan adanya koordinasi dengan Kapolres Bengkayang serta dugaan kontribusi dari seorang tokoh bernama JJN.

“Mohon izin, Bang. Info terkait berita yang tayang di wilayah PT Patiware tentang PETI bagaimana kronologinya? Sumber yang menyampaikan siapa? Karena dalam berita disebutkan sudah ada koordinasi dengan Kapolres Bengkayang dan ada kontribusi. Apakah itu benar?” tanya JM.

JM mengklaim bahwa isu PETI memang sempat menjadi perbincangan di Bengkayang. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak merasa “kebakaran jenggot,” melainkan hanya ingin meluruskan informasi.

“Menurut saya, keberadaan PETI memang tidak bisa dipungkiri. Dalam berita itu disebutkan bahwa JJN berkontribusi ke Kapolres Bengkayang. Saya tidak berniat mengintervensi pemberitaan siapa pun. Kita punya hak masing-masing. Jika tidak ingin diluruskan, terserah, tapi saya hanya ingin konfirmasi,” ujarnya.

Terkait respons dari berbagai pihak, Ketua Umum Lumbung Informasi Masyarakat turut angkat bicara. Ia menilai bahwa reaksi berlebihan terhadap pemberitaan tersebut justru menguatkan dugaan adanya aliran dana dari aktivitas PETI.

“Sungguh ironis jika berita yang berbasis fakta dan investigasi justru membuat banyak pihak merasa kepanasan. Ini membuktikan bahwa dugaan aliran dana dari PETI memang benar adanya. Jika pihak-pihak terkait tidak merasa menerima sesuatu dari sumber kejahatan, seharusnya mereka bisa bertindak tegas dan menindak semua pelaku PETI, baik yang menyetor maupun yang tidak,” tegasnya.

Ia juga menyoroti bahwa aktivitas PETI di wilayah Gudang Garam, SK, Pasiran, dan sekitarnya bukanlah hal baru, melainkan sudah berlangsung turun-temurun tanpa ada penegakan hukum yang nyata.

“Ini semakin memperkuat dugaan bahwa PETI di kawasan tersebut sudah menjadi ‘ternak’ bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak Polres Bengkayang dan Polda Kalbar agar segera mengambil tindakan tegas dengan menangkap para pelaku PETI di Kabupaten Bengkayang. Beberapa nama yang disebutkan antara lain JJN, ANA, KML, AT, ANI, ANS, ALY, dan JMD, serta beberapa pihak lainnya yang diduga terlibat.

“Jika bersih, kenapa harus risih?” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *