Viral Terkait Dinas Pendidikan Sambas, Ramidi: Saya Tidak Tau Apa Motifnya

Klivetvindonesia.com,Sambas- Saat dihubungi via telpon berlanjut voice mail Ramidi menjawab,” Terkait pemberitaan itu sayapun tidak tau apa motifnya dan yang kedua dikatakan saya ada terima duit dari dinas sebesar itu, sebesar yang dalam pemberitaan itu tidak pernah saya terima sebesar itu, dan LSM yang dikatakan ada disogok itupun saya kurang tau tak jelas,”terangnya kepada media ini.Senin.23/12/2024.

Sebelumya berita yang diterbitkan media Poskota dengan judul “Lempar Batu Sembunyi Tangan, Isu Suap Memanas” tayang pada tanggal 22 Desember 2024.

Bacaan Lainnya

“Polemik dugaan suap antara Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas dengan LSM semakin memanas, dengan kedua pihak saling tuduh. Isu ini mencuat setelah adanya temuan proyek sekolah yang diduga bermasalah, dan upaya untuk meredamnya dengan sejumlah uang.

Ramidi, salah seorang pengurus yang terlibat, mengungkapkan bahwa uang sebesar Rp15 juta yang disebut-sebut untuk “mengamankan” LSM, tidak sepenuhnya disalurkan. Ia menyebutkan bahwa hal ini hanyalah kesalahpahaman.

“Senin saya akan klarifikasi. Ceritanya uang itu Rp15 juta, tapi mau dikasih Rp5 juta dulu, sisanya dicicil. Jangan dikira uangnya saya yang ambil,” ujar Ramidi melalui sambungan telepon WhatsApp, Sabtu (22/12).

Namun, pernyataan Ramidi berseberangan dengan Agus Rizal, salah seorang Kepala Bidang di Dinas Pendidikan Sambas. Agus menyatakan bahwa dana tersebut sudah dikirimkan kepada Ramidi.

“Tadi Ramidi bilang sudah dikirim, Bang. Dia telepon saya tadi katanya sudah dikirim,” ungkap Agus Rizal.

Menanggapi itu, Ramidi kembali membantah dan justru menantang untuk membongkar proyek-proyek yang ada di Dinas Pendidikan secara keseluruhan. Ia merasa difitnah oleh pernyataan Agus.

“Kita lawan dia, sekalian kita bongkar semua datanya. Jangan sampai saya difitnah begitu,” tegas Ramidi penuh emosi.

Polemik ini memancing perhatian publik. Seorang penggiat sosial di Kalimantan Barat menyarankan agar kasus ini dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

“Daripada saling tuduh, lebih baik adukan ke pihak berwajib. Biar jelas siapa yang bersalah,” ujarnya singkat.

Kasus ini menjadi sorotan, terutama terkait integritas pengelolaan dana dan profesionalisme di Dinas Pendidikan Sambas. Publik menunggu kejelasan atas isu yang mencoreng kredibilitas institusi pendidikan ini.

“Syafarahman Ketua umum LIMAS (LUMBUNG INFORMASI MASYARAKAT) menanggapi terkait kabar beredar dugaan suap menyuap oleh oknum Kabid dinas pendidikan ditujukan kepada LSM yang melakukan investigasi terkait pembangunan sekolah di kabupaten sambas melalui salah seorang pengurus yang disebutkan.

Supaya tidak menjadi bola liar untuk menghindari preseden buruk di publik, perlu untuk diklarifikasi oleh yang bersangkutan karena sudah menimbulkan Kehebohan di publik karena dugaan suap menyuap itu sesuatu yang sangat fatal,”ungkapnya.

Menindak lanjuti informasi ini, tim
media melakukan konfirmasi ke AGus kabid dinas pendidikan kabupaten Sambas,” Semua itu tidak benar,” balasnya.Senin.23/12/2024 via pesan WhatsApp.

Kembali ditanya apakah akan mengambil langkah hukum, AGus belum menjawab.(Son)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *