Sensasi Beda Menyusur kawah Bromo-Tengger-Semeru, Pewarna Indonesia Usai Rakernas

Lumajang Jawa Timur  Klivetvindonesia.com – Dihari ketiga Minggu 17 November 2024 Pewarna Indonesia usai Rakernas, dinihari pukul 03.00 mengexplore perjalanan ke kawah Bromo.

Dengan berkendara 4 buah Jeep kami dari Bumi Perkemahan Glagah Arum Lumajang tempat Pewarna Indonesia menginap, 25 orang perjalanan menuju ke kawah Bromo.

Juga akan menikmati dipuncak Banthengan yaitu Sun Rise Point’ (detik-detik mentari terbit dipagi hari dari ufuk timur yang mempesona, takjub dan wow).
Perjalanan ditempuh selama 1jam dari kota Lumajang, dengan kondisi jalan hanya bisa dilalui mobil kecil.
Sampailah kita didesa Ranu Pane yg artinya Danau ilalang.

Menyusuri 2 hutan lebat nan gelap yaitu hutan Perhutani yang mempunyai 2 program.
Yaitu hutan produksi dan perhutani sosial dengan masyarakat.
Banyak ditanam pohon produktif ; Rasamala, cempaka, sono dan damar.
Damar inilah sebagai bahan baku untuk pembuatan parfum, kemenyan dan dupa.
Juga untuk wisata dan kegiatan adat masyarakat Tengger itu sendiri.

Hutan selanjutnya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yaitu hutan lindung untuk zona konservasi hewan yang dilindungi ; Aneka reptil, harimau Jawa, Elang Jawa, macan kumbang.
Belum lama ini ada ribuan kupu-kupu yg bermigrasi dari lereng sebelah barat Gn.Semeru menuju lereng timur.
Pertanda alam dr binatang kupu tersebut, bahwa musim pancaroba sudah tiba.
Dari musim kemarau kemusim penghujan.

Demikian penjelasan hasil wawancara awak media Pewarna Indonesia dengan Gambleng Sumarto sopir sekaligus guide mobil Jeep, satu-satunya tranportasi menuju Kawah Bromo.
“Ini kita istirahat dulu di Ranupane sambil menunggu waktunya Sun Rise.
Perjalanan kita tempuh 20 menit lagi ke puncak Sun Rise Point’.”

“Ada cerita konon katanya terbentuknya Gn.Bathok terletak disebelah Gn.Bromo. Dahulu kala ada gadis desa Tengger bernama Roro Anteng dan pemuda ganteng Joko Tengger.
Saling mencintai, tetapi tidak direstui orang tuanya.
Karena Roro Anteng sudah dijodohkan oleh mahkluk halus.
Oleh karena kekuatan cinta kedua sejoli ini mereka bersumpah.
Akan terjun kekawah Bromo tersebut, apabila terjadi sesuatu artinya cinta mereka bersatu.
Akhirnya terwujudlah sebuah gunung yg bernama Gn.Bathok hingga sekarang.”

“Kawah Bromo sendiri dulunya adalah Gn.Purba sama bentuknya kerucut seperti gunung yang lain.
100th yll meletus dengan dahsyat dan tinggal separoh nya seperti yang akan kita liat nanti, “pasir berbisik” suatu area hamparan pasir lembut yang sangat luas.
Bila tertiup angin hasilkan bunyi yang lembut berbisik.
Nah kita akan lanjutkan perjalanan 20 menit lagi, sampailah dipuncak bukit Banthengan untuk menyaksikan Sun Rise yang mempesona itu.
Perjalanan yang terakhir 20 menit lagi tetap dengan Jeep kita menuju kawah Bromo.” Tutupnya.

Nampak Gn.Bathok bersebelahan dengan anakan Gn.Bromo, hamparan luas kawah berpasir lembut, Savana (hamparan rumput luas). Disekelilingnya bukit-bukit patahan Gn.Bromo usai meletus.
Berhawa sejuk, pemandangan alam nan indah.
Itulah ciptaan Tuhan rahasia Ilahi … dari bencana alam gunung meletus dahsyat menghasilkan pemandangan alam nan cantik mempesona para wisatawan.
Kawah Bromo-Tengger-Semeru.
Silahkan para pembaca yang belum pernah kesana, luangkan waktu berwisata ke Kawah Bromo-Tengger-Semeru kota Lumajang Jawa Timur.
Bisa dilalui dari 3 kota Lumajang, Pasuruan dan Malang.

Jurnalis Christy.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *