Klivetvindonesia.com, Sambas, Kalbar- Ketua RT 07 RW 04 Dusun Teluk Sagu menyampaikan keluhan nya kepada Tim media ini di lokasi kegiatan proyek normalisasi sungai di Desa Seranggam, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas, propinsi Kalimantan Barat.jum’at,8/11.
“Mereka tidak ada sosialisasi dengan RT katanya.
Awak media kembali mempertanyakan terkait tumpukan lumpur dipinggir jalan, pak RT kembali menjawab,” Pasti pasti mengganggu alur lalu lintas dan berharap tumpukan lumpur dipindahkan demi keselamatan lalu lintas,”ungkapnya sembari mengaku tidak melihat adanya papan plang informasi.
Warga lain nya yang enggan disebutkan namanya dan diminta disamarkan menjadi Pak Haji, memberikan komentarnya, “Alhamdulillah, sebagai warga Selakau Tua, khususnya warga Teluk Sagu, kami menyambut baik adanya proyek pengairan dan normalisasi parit. Namun, kami melihat hasilnya kurang memuaskan. Masih banyak sampah yang menghambat aliran, parit terlihat kecil dan belum menunjukkan perubahan signifikan. Di beberapa lokasi di pinggir jalan juga masih ada timbunan yang seharusnya dibersihkan,” ungkap Pak Haji.

Dari penelusuran tim media ini di LPSE terlihat Nama Tender Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I.R. SERANGGAM KOMPLEK (DAK) Kab. Sambas
Jenis Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
K/L/PD/Instansi Lainnya Provinsi Kalimantan Barat
Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Propinsi Kalimantan Barat nilai Pagu Rp. 6.099.000.000,00
HPS Rp. 6.098.940.000,00
Nama Pemenang Alamat NPWP Harga Penawaran Harga Terkoreksi Harga Negosiasi
CV. Rava Pratama beralamat di Desa kuala dua , Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya – Pontianak (Kota) – Kalimantan Barat
Perlu diketahui Proyek normalisasi sungai ini sejatinya bertujuan untuk memperlancar aliran sungai, mencegah banjir, serta meningkatkan fungsi pengairan guna mendukung kesejahteraan masyarakat. Namun, apabila pekerjaan dilakukan secara tidak optimal, maka manfaat yang diharapkan tidak akan tercapai, dan anggaran besar yang dialokasikan berpotensi tidak efektif.
Dalam upaya mendapatkan keterangan lebih lanjut, tim media mencoba menghubungi perwakilan Dinas PUPR Kalbar melalui WhatsApp pada Jumat, 8 November 2024, namun hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum mendapat tanggapan. Pihak perusahaan pelaksana proyek juga belum memberikan konfirmasi terkait hal ini.
Penanganan yang lebih serius diharapkan agar proyek ini dapat memberikan hasil yang sesuai dengan harapan masyarakat dan menghindari risiko kerugian negara.(Tim)





