KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com–
Assalamu , alaikum warahmatullahi Wabarakatu . Sapa Emil !! Apa kabar Rustam, baik – baik !! Gimana kabar Erni !!
Ia sehat dan aku sering berkomunikasi dengan gadis ayu itu . Lalu bagaimana kabar “Shinta sekertaris yang cantik itu” ?
Tiga hari yang lalu aku lihat gadis berkulit kuning langsat itu, dia lagi fitnes , bodynya mantap !!! Abang .
Lalu aku senyum . “Eh ..! Senyumku tak dibalas “. Lalu aku mencoba senyum lagi , tak dibalas lagi . Sudalah gadis cantik bukan hanya kamu, masih banyak gadis yang lebih cantik dari kamu ,” ujar Ruslan .
“Kata Emil, “cinta itu, penuh liku – liku”, “cinta itu penuh pengorban” dan
“cinta itu tak semanis tebu “, kadangkala sepahit empedu”, maka kamu harus belajar sabar , lalu sampai kapan , “sabarnya Abang “?
Begini !! “Kalo pulang kantor, kamu belajar senyum didepan cermin , cermin itu tak bisa berdusta , kalo kamu senyum , dia pasti senyum , kalo kamu menangis dia pasti menangis , kalo kamu tertawa , dia juga pasti tertawa ha ..ha..ha.. Abang ini ada -ada saja .
Begini Ruslan, momennya belum tepat , saran aku kamu datang , di acara hari ulang tahun , istriku. Karena “Shinta yang kamu cinta itu,” pasti datang . Hore..e..e !! Abang .
Malam minggu, malam yang kamu tunggu – tunggu itu ,akan menjadi malam pembuktian , serius…ni abang ! Yialah .
Tidak lama telpon genggam berdering , lalu diangkat oleh Ruslan . Hallo dengan siapa ini !! Aku ini “Erni temannya Shinta” . “Shinta sekertaris yang cantik itu “. Aku mau tanya , hadir ngga, di pesta ulang tahun . Karena diacara itu, aku akan ajak Shinta hadir . Serius ni !! , yia dong !!
Dua hari kemudiaan , acara itu berlangsung , “Ruslan sudah menunggu didepan pintu, tidak lama kemudian Shinta” melintas , lalu “Ruslan menyapa gadis itu.
Hallo Shinta , apa kabar !! Baik – baik kakak. Eh !! Kak sepertinya aku pernah lihat kakak mundar mandir di ruang fitnes , tiga minggu yang lalu . Oh !! Betul . Maafkan aku karena aku waktu itu, lagi konsentrasi pada senam , sudalah hari yang berlalu biarlah dia berlalu mari kita bangkit dengan hari baru yang penuh dengan ceria,” begitu ucap Ruslan” .
Malam itu “Shinta duduk sederet dengan Erni” dan Ruslan dari obrolan terlihat lebih suka dengan Shinta .
Usai santapan malam, pria yang cinta berat pada Shinta ini, kelihatan berulangkali mengusap keringatnya .
Maaf adik , aku mau menyampaikan sesuatu kepada mu ! Apa itu kakak ? Aku mau tanya . Kapan kita bisa bertemu empat mata .
Maaf !! Kakak , dalam waktu yang dekat ini aku belum ada waktu, tapi aku akan titipkan nomor hand phone ku , sehingga kita bisa berkomunikasi . Oh !! Kalo begitu bagus .
Tiga hari kemudian hand phone Shinta berdering , namun , 7 kali Ruslan menghubungi tak diangkat – angkat ,pria itu seperti kecewa berat , ia duduk termenung memikirkan hal itu.
Tiga jam kemudian, hand phone, Ruslan berdering , hallo kakak maafkan aku, tadi aku lupa bahwa HP , pas aku pulang aku lihat ada panggilan . Oh !! Begitu. Ada apa ini kakak !! Kapan ada waktu mu? Dua hari lagi kakak . Oke !! Kalo begitu kita bertemu dikafe ya !! Oke !
Tiba saatnya mereka bertemu , Ruslan curhat hasratnya , Shinta menjadi pendengar setia dari curhat yang disampaikan itu . Namun, gadis itu belum memberi jawaban tapi dia minta
waktu , untuk dia berpikir sebelum menyampaikan kepastian.
Tiba saatnya mereka kembali bertemu , Shinta bersedia menerima Ruslan sebagai pacarnya, dalam proses yang mereka lalui hubungan Shinta dan Ruslan semakin akrab .
Namun, cinta mereka terhalangi karena ayah Shinta menolak Ruslan untuk menikah dengan anaknya . Ibunya Ruslan juga menolak keras anaknya untuk menikah dengan gadis ayu tersebut . Akhirnya mereka hanya tertunduk lesu dan menerima kenyataan itu dengan lapang dada .
( ceritra ini hanya fiktif semata , jika ada nama yang sama itu hanya secara kebetulan .) ditulis oleh Frans kato, Makassar 27 September 2024.





