klivetvindonesia.com Pontianak – Kebenaran Di Atas Segala, Norsan Terus Maju Berdasarkan Kehendak Rakyat, Bukan AD/ART Partai” Golkar, walaupun berbuah Pemecatan Dari Pengurus Partai Golkar pada 11/09/2024.
Bung Ree dalam pandangan politiknya iya mengatakan pada awak media bahwa “Dalam dinamika politik, selalu ada ruang untuk perbedaan pandangan dan penafsiran, termasuk terkait tindakan Maman Golkar yang membacakan surat pemecatan yang konon melibatkan Norsan dan anaknya. Namun, kita harus memahami bahwa kekuatan seorang pemimpin sejati tidak ditentukan oleh sekadar surat, melainkan oleh dedikasi, prestasi, dan integritas yang telah terukir selama bertahun-tahun.
Selanjutnya Bung Ree mengatakan Sebagai figur sentral, Norsan adalah tokoh yang dihormati, yang tidak hanya menginspirasi masyarakat dengan kepemimpinannya tetapi juga menunjukkan komitmen yang tak tergoyahkan terhadap kesejahteraan rakyat. Pemecatan, apalagi yang dibalut dengan unsur pribadi, hanya akan kehilangan maknanya ketika ditinjau dalam konteks kiprah nyata Norsan yang telah membangun fondasi kokoh bagi masa depan Kalimantan Barat.
Surat pemecatan yang dibacakan hanyalah kertas yang tidak bisa menghapus rekam jejak emas seorang pemimpin. Sejatinya, Norsan tetap berdiri teguh sebagai pilar kebersamaan, yang selalu mengutamakan persatuan dan kesejahteraan rakyat di atas segala hal.
Kita semua harus mampu melihat dengan jernih bahwa tindakan pemecatan yang dipolitisasi ini hanyalah serpihan kecil dalam panggung politik yang luas. Dalam kebijakan dan tindakan nyata, Norsan akan selalu ada di hati rakyat, jauh melampaui makna dari selembar surat.
Mari kita fokus pada masa depan yang lebih besar, di mana kehadiran Norsan dan perjuangannya terus menerangi jalan menuju kesejahteraan dan kemajuan bersama.
Dalam kehidupan politik, di mana dinamika kepentingan dan kekuasaan kerap kali saling berbenturan, keputusan-keputusan yang tampaknya besar di atas kertas sering kali tidak mencerminkan suara dan kehendak rakyat. Tindakan Ketua DPD Golkar Kalbar, Maman Abdurahman, yang meminta Arif Rinaldi, putra Ria Norsan sekaligus anggota DPRD Kalbar Fraksi Golkar, untuk membacakan surat pemecatan ayahnya dari posisi Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Kalbar, hanyalah sebuah episode kecil dalam panggung politik yang jauh lebih luas.
Kita perlu memahami bahwa kekuatan sejati seorang pemimpin tidak terletak pada stempel partai atau jabatan formal, melainkan pada kepercayaan yang tulus dari masyarakat yang telah ia perjuangkan. Norsan, meski telah dinyatakan tidak diusung lagi oleh Partai Golkar Kalbar, justru semakin memperlihatkan bahwa dirinya adalah pemimpin yang selalu bergerak atas dasar aspirasi dan kehendak masyarakat Kalimantan Barat.
AD/ART partai memang merupakan landasan bagi organisasi, namun, kekuatan yang paling mendasar dalam politik adalah suara rakyat. Keinginan masyarakat yang mendesak Norsan untuk terus maju bukanlah sekadar formalitas, melainkan panggilan yang jauh lebih luhur dan mulia daripada surat-surat politik yang sarat kepentingan. Ini bukan tentang kursi atau jabatan, melainkan tentang komitmen tulus untuk mengabdi dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat Kalimantan Barat.
Dalam pandangan yang lebih luas, partai hanyalah salah satu alat dalam demokrasi. Namun, dukungan tulus dari masyarakat adalah energi yang tak tergoyahkan. Meskipun Golkar Kalbar tak lagi mengusung Norsan, keinginan rakyat tetap lebih berharga dan jauh lebih abadi daripada keputusan politik yang singkat.
Mari kita bersama-sama menegaskan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang senantiasa mendengar, memahami, dan berjuang untuk rakyatnya—bukan untuk kepentingan sesaat atau kekuasaan semata. Dan Norsan, dengan segala dedikasi dan kontribusinya, akan terus maju dengan kekuatan yang berasal dari rakyat Kalimantan Barat. Tutupnya





