Klivetvindonesia.com Kalbar – Hiruk pikuk pilkada di Provinsi Kalimantan Barat sudah mulai menggeliat, narasi narasi politik mulai dilemparkan ada yang panas ada yang dingin.
Baru baru ini Maman melemparkan narasi dengan berapi – api, dengan narasi menantang siapa yang paling Dayak dan Siapa yang paling Muslim, sehingga menimbulkan kegaduhan di garis bawah.
Uti Dedi kepada awak media mengatakan 10/09/2024 “Sering kali kita mendengar wacana yang melambung tinggi, seakan-akan kita dekat dengan langit—berbicara tentang kebudayaan dan kearifan lokal seolah-olah kita memahami akar yang sesungguhnya. Namun, kedekatan semu ini hanya membawa kita menjauh dari realitas yang nyata. Kebudayaan bukanlah sekadar artefak yang dipuja dari kejauhan, melainkan hidup dalam nadi masyarakat yang dinamis, dengan tantangan dan kebutuhan yang harus dihadapi secara nyata, bukan hanya dalam retorika kosong.
Selanjutnya UtinDedi mengatakan “Kapuas Raya, sebuah mimpi besar yang terulang dari masa ke masa, tidak pernah benar-benar direalisasikan oleh pemimpin terdahulu. Mengapa demikian? Karena mereka terlalu terfokus pada impian yang megah, tanpa memahami tantangan nyata yang ada di lapangan. Membangun Kapuas Raya tidak bisa hanya dengan berpegang pada kearifan lokal sebagai slogan. Ia membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang dinamika sosial, ekonomi, dan politik di setiap jengkal wilayahnya.
Maka dari itu, kita harus berani memulai dengan pendekatan yang lebih rasional dan realistis, menghargai kearifan lokal sebagai panduan, namun tetap berpijak pada langkah konkret yang dapat diukur dan dijalankan. Kapuas Raya bukan sekadar mimpi langit, melainkan tanggung jawab besar yang membutuhkan pemimpin yang tidak hanya dekat dengan budaya, tetapi juga dekat dengan solusi dan tindakan nyata.” Tutupnya
Rodak Gerak
GNKM Gerakan Norsan-krisantus Menang
*Uty Dedy*





