klivetvgindonesia.com.Kabupaten Ketapang, -Kalimantan Barat. Saat Dikonfirmasi ke Akhiang yang di wakili biasa di sapa Heri dan Soni dengan di adakan proses rekonstruksi pada tanggal 16 Agustus 2024. terkait dengan kejadian pada tanggal 4 dan 7 April 2023 di berbagai tempat.
Soni memaparkan saat di wawan cara media Tiem dari, persatuan wartawan kalbar (PWK) awal cerita kejadian sampai adanya begini, diminta bantuan sama perusahaan pt sinar mas untuk memperbaiki jalan dari tayap ke sungai kelik lokasi sebelum sebuah pada waktu itu, jalan cukup parah, demi kepentingan umum, Akiyang pun langsung respon bertemu lah salah satu warga setempat yang bernama Joko, pemilik lahan yang punya kayu, menawarkan kalau bos perlu kayu banyak di lahan saya untuk keperluan jalan tersebut ujar Heri, menceritakan ke media.
Soni pun mendapat instruksi dari pak Akiyang pada waktu itu untuk menemui Joko, soni langsung telpon Joko untuk memastikan keberadaan kayu tersebut yang berada di lahan, dengan berjalannya waktu itu sudah 3 hari menebang kayu, begitu kayu sudah siap yang sudah terpotong potong, Heri perintahkan anak buahnya untuk mengambil kayu mengunakan exapator yang sudah di potong-potong di lahan Joko yang berada di belakang rumahnya almarhum Agus kata Soni.

Begitu heri 3 anak buak Heri datang ke lahan Joko dengan niat hati mau mengeluarkan kayu, dilihatnya exapator itu sudah tidak berada lagi di lahan itu, mereka pun langsung mencari lah, kesana kemari ditemukan lah bahwa exapator itu sudah pakir di tempatnya almarhum Agus kata soni.
Anak buak nya soni pun temui almarhum Agus pada waktu itu, berbincang bincang lah pada waktu itu, almarhum Agus pun bicara kepada anak buah ya soni, berkata kalau kau mau ambil ini suruh pak Akiyang dengan pak kades datang kesini ujarnya, keluar dari rumah almarhum Agus, R, langsung hubungi soni menceritakan hasil pertemuannya sama almarhum Agus, sebaliknya Heri pun langsung menghubungi Joko pemilik lahan kayu itu, mintak bantu lah sama Joko, Joko pun menyerah juga untuk bicara sama almarhum Agus, Karan di perlakukan dengan kasar tutur Soni ke media.
Soni pun mendatangi almarhum Agus untuk berkoordinasi dengan baik, Namaun Soni pun di perlakukan almarhum Agus dengan tindakan kasar juga, jelasnya.
Dengan berjalan nya waktu pada tanggal 7 April 2023, ada salah satu anak buahnya Akiyang biasa di sapa Heri, menemui lah Akiyang di rumahnya, karna mintak bantu lagi sama Heri untuk mengurus alat nya yang berada di rumah almarhum Agus, Heri pun menyanggupinya atas permintaan Akiyang itu, tapi kalian Jagan sendiri takutnya kalian ribut, minta tolonglah sama Polsek kata Akiyang bicara ke heri, cerita Heri ke awak media.
Berangkatlah Heri ke Kapolsek sekitar jam 11 siang, tanggal 7 itu atas petunjuk akiyang, sesampai nya di Polsek Heri bertemulah satu orang Angota berna Agus, di sana berbincang lah mereka, kebetulan Kapolsek tidak ada di tempat masih di luar, singkat waktu mereka menelpon Kapolsek melalui sambungan WhatsApp, menceritakan apa yang terjadi, Kapolsek menyarankan untuk buat laporan Agara bisa di dampingi Angota ujar Polsek melalui cerita Heri saat di Wawancara media malam itu.
Heri pun langsung buat laporan seperti yang di sarankan Kapolsek, yang di dampingi 3 orang salah satu nya Akiyang pungkas Heri saat di Wawancara media.
Team PWK Dan media kltv indonesia





