Oleh :FRANS KATO
KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Mesin grassroots atau biasa disebut akar rumput adalah kekuatan yang menjadi penentu kesuksesan agenda politik . Baik dalam kegiatan bersosialisasi , advokasi , pemberitaan media, bahkan termasuk membesarkan calon – calon Bupati , walikota , Gubernur . Maka dengan itu disarankan setiap orang atau kelompok yang mempunyai kepentingan politik untuk memiliki mesin grassroots .
Ciri – ciri mesin grassroot yang kuat dan mampu mendekatkan pada kesuksesan yakni memiliki banyak sukarelawan . Frekuensi pemberitaan yang tinggi di berbagai media . Begitu pula identitas mesin grassroots yang muda di identifikasi .
Meski mesin grassroots menjadi sala satu penentu utama dalam kesuksesan agenda politik, tetapi gagal dibangun. Biasanya kegagalan terjadi karena memang tidak paham cara membangunnya . Tidak ada perencanaan , lemahnya militansi , gagal membangun identitas , tidak jeli dalam memanfaatkan berbagai potensi , dan tidak mampu memperbanyak sukarelawan .
Kesuksesan tidak datang begitu saja , kesuksesan tidak datang menghampiri kita. Tapi kesuksesan adalah hasil dari sebuah upaya, karena sukses berbeda dengan kebetulan . Begitu pula dengan kesuksesan membangun mesin grassroots. Harus ada perencana yang didesain dengan matang karena sesungguhnya kekuatan ini tidak terbentuk dan membesar begitu saja .
Sukarelawan mesti milik militansi terhadap figur atau organisasi politiknya . Karena militansi adalah kesifat yang sangat berpengaruh terhadap pencapaian , terutama untuk kesuksesan kandidat dalam pemilihan maupun dalam membesarkan partai politik . Sukarelawan yang sudah diselimuti oleh militansi akan aktif bekerja sekalipun tanpa diberi upah. Bahkan beberapa diantaranya kehilangan rasionalitas dengan membenarkan sesuatu yang salah ketika menyangkut kandidat yang didukung atau partai yang menjadi afiliasinya.
Mesin grassroots yang sukses sangat muda kita kenali . Mereka mampu membuat , menentukan , memilih dan mempopulerkan simbol – simbol yang menjadi identitasnya . Seperti logo , karakter , warna , slogan / tagline , dan juru bicara . Logo tidak dibuat asal – asalan , ada sinergitas antara teknik grafis dan pendekatan psikologi pemilih. Warna yang menjadi karakter desain atribut akan digunakan secara konsisten , sehingga tidak membiaskan identitas . Tagline disusun dengan kata menggugah . Serta juru bicara yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga tidak membiasakan identitas. Tagline disusun dengan kata menggugah . Serta jujur bicara yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga bisa menjadi representasi dari objek utama ( kandidat atau partai politik ) .
Dengan kreatifitas dan keaktifannya , mesin grassroots harus mampu memanfaatkan berbagai potensi kampanye. Secara berkala membuat release. Bersosialisasi dari rumah ke rumah masyarakat . Membicarakan dari rumah ke rumah masyarakat . Membicarakan objek utama di berbagai kesempatan dan tempat. Melaksanakan event sosial yang mencerminkan kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat. Serta mampu mengadvokasi berbagai hal produktif bagi objek utama .
Konsekuensi utama dari kesuksesan membangun mesin grassroots adalah membutuhkan banyak sumberdaya manusia. Tidak perlu menjadi manusia super yang seolah melaksanakan dengan sendiri . Jangan merasa terusik di tim terancam ketika ada orang baru yang bergabung . Justru mesin grassroots harus terus dibesarkan dan diperbanyak jumlah sukarelawannya.





