Tradisi Kesakralan 10 Muharram Digelar Oleh Lembaga Adat Timungan Lompoa Ritallo

 

MAKASSAR, KLTV INDONESIAklivetvindonesia.com–  Kesakralan 10 Muharram 1446 menjadi detik – detik yang ditunggu oleh warga masyarakat adat . Maka dengan itu lembaga adat Timungan Lompoa Ritallo Makassar Sulawesi Selatan mengelar acara adat tersebut di lokasi Timungan Lompoa Ritallo Kota Makassar .Senin 15 juli 2024

Kegiatan Panaik Panaung/Songkabala merupakan pelestarian tradisi leluhur yang dilakukan setiap tahun tepatnya malam 10 Muharram .

Ketua adat Timungan Lompoa Ritallo , Andi Bahtiar S.H , S.Sos Daeng Nompo karaeng manuntungi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Panaik Panaung ,Songkabala dan Temmu Taung merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap 10 Muharram sebagai bentuk tradisi penghormatan kepada Leluhur Kerajaan Tallo.


Ia juga mengapresiasi atas kehadiran Kapolsek Tallo beserta jajarannya, Camat Tallo,Lurah Buloa, Rt dan Rw serta masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut

Maka pada kesempatan yang baik ini saya selaku ketua adat Timungan Lompoa Ritallo mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan yang begitu antusias menghadir dan menyaksikan prosesi acara Panaik Panaung /Sonkabala Timungan Lompoa ” , begitu kata dia .

 

Hasil pantauan acara tersebut dimeriahkan dengan tari – tarian tradisonal Bugis dan Makassar seperti tarian anggaru’,tarian a,raga, pencak silat dan lain – lainnya.

Maka oleh karena itu sebagai bentuk rasa terima kasih maka salah satu pemangku adat lembaga Timungan Lompoa Ritallo M.Yusuf Tata ewa mengucapkan terima kasih kepada panitia atas kerja kerasnya maka acara ini dapat terselenggara dengan baik dan tertib,” begitu ucapnya.

Selain acara itu , ada juga kegiatan Kirab Budaya yang menampilkan aneka ragam
baju seragam adat Bugis Makassar yang dikenakan dari berbagai Ormas Budaya di antaranya Laskar 99 Bawakaraeng ,Kiwal divisi Budaya, Lembaga Monta Bassi Celebes,Pasareanta Monta Bassi, dimana peserta kirab berjalan kaki dan mengiringi Obor dari titik lokasi acara hingga ke makam Raja ‐ Raja Tallo dan kemudian kembali lagi ketitik tenda kegiatan .


Usai dari kegiatan tersebut dilanjutkan dengan tradisi Panaik Penaung /Songkabala dimana Pemangku adat Timungan Lompoa menurunkan Songkabala atau Walasuji yang sudah dikemas dan kemudian diturunkan
ke Sungai Tallo sebagai bentuk penghormatan kepada Leluhur Tallo.

Keterkaitan dengan rangkaian kegiatan acar tersebut ketua DPD LASKAR 99 BAWAKARAENG ,M.Yusran dg Ngerang . Menjawab pertanyaan yang ditanya wartawan KLTV INDONESIA, dia menuturkan ,dirinya salut terhadap kegiatan yang diselenggara tersebut, menurut dia , luar biasa karena meriah dan Ramai,” begitu ujarnya.

“Kegiatan seperti Panaik Panaung,Songkabala dan Tammu Taung perlu di lestarikan karena merupakan budaya leluhur” , begitu ucapnya.


“Acara tersebut juga menjadi ajang silaturahmi sesama pengiat budaya”, begitu ujar Yusran Dg Ngerang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *