klivetvindonesia.com JENEPONTO – Apa yang sebenarnya dilakukan mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) selama hampir satu bulan di Kelurahan Tolo? Pertanyaan itu mulai terjawab dalam seminar hasil kegiatan KKN yang digelar di Kantor Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.
Seminar tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa KKN Unhas Angkatan 116 untuk memaparkan hasil kegiatan selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat Kelurahan Tolo.
Bagi pemerintah kelurahan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda penutup KKN. Seminar menjadi ruang untuk melihat sejauh mana keberadaan mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan di tingkat kelurahan.
Lurah Tolo, Kamaluddin Arief, S.Sos., menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa KKN Unhas Angkatan 116 yang telah melaksanakan berbagai kegiatan selama kurang lebih 28–29 hari di wilayah tersebut.
Menurutnya, pemerintah kelurahan pada prinsipnya memberikan dukungan terhadap kegiatan mahasiswa selama berada di Kelurahan Tolo.
“Saya sebagai pemerintah setempat tentunya ikut mensupport kegiatan ini. Saya juga sangat berterima kasih terhadap KKN Angkatan 116,” ujar Kamaluddin.
Ia menjelaskan, seminar yang dilaksanakan merupakan bagian dari penyampaian hasil kerja mahasiswa selama berada di lokasi KKN.
Hasil tersebut kemudian dipaparkan untuk menjadi bahan evaluasi sekaligus gambaran mengenai kegiatan yang telah dilakukan mahasiswa bersama masyarakat dan pemerintah kelurahan.
Dari Buku Bacaan hingga Penataan Fasilitas
Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah upaya mendorong budaya membaca masyarakat melalui penyediaan buku bacaan secara gratis.
Pemerintah Kelurahan Tolo bersama mahasiswa KKN Unhas turut mendorong keberadaan fasilitas bacaan yang dapat dimanfaatkan warga. Langkah tersebut dinilai penting karena peningkatan kualitas masyarakat tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada akses terhadap pengetahuan dan informasi.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan kegiatan penataan dan memperindah fasilitas tertentu di lingkungan kelurahan, termasuk memberikan sentuhan pengecatan agar terlihat lebih menarik dan nyaman digunakan masyarakat.
Kegiatan sederhana tersebut menjadi bagian dari konsep pengabdian mahasiswa agar keberadaan mereka meninggalkan sesuatu yang dapat dirasakan masyarakat setelah masa KKN berakhir.
Ketika KKN Tak Berhenti di Atas Kertas
Kegiatan KKN pada dasarnya bukan hanya tentang mahasiswa datang ke suatu wilayah, menjalankan program, kemudian kembali ke kampus.
Lebih dari itu, KKN menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung persoalan masyarakat, memahami mekanisme pemerintahan di tingkat paling dekat dengan warga, sekaligus menguji pengetahuan akademik melalui kondisi nyata di lapangan.
Bagi Kelurahan Tolo, kehadiran mahasiswa Unhas juga membuka ruang kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintahan.
Seminar hasil menjadi salah satu indikator untuk melihat apakah program yang dijalankan benar-benar memiliki manfaat dan dapat dilanjutkan setelah mahasiswa meninggalkan lokasi KKN.
Kamaluddin berharap kegiatan mahasiswa selama berada di Kelurahan Tolo tidak berhenti sebagai laporan akademik semata, tetapi dapat meninggalkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan demikian, pertanyaan penting dari setiap program KKN bukan hanya “apa yang telah dilakukan?”, tetapi juga “apa yang tersisa dan bisa terus dimanfaatkan masyarakat setelah mahasiswa pergi?”
Seminar hasil KKN Unhas Angkatan 116 di Kelurahan Tolo pun menjadi bagian dari proses menjawab pertanyaan tersebut.
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






