Klivetvinondesia.com MUARA, TAPANULI UTARA — Bona Taon Punguan Koor Ama Solagratia HKBP Lumban Sangkalan yang dilaksanakan di Kecamatan Muara, Desa Utte Mukkur/Huta Bage, Kabupaten Tapanuli Utara, berlangsung khidmat dan penuh kehangatan kekeluargaan sebagai ungkapan syukur menyambut tahun yang baru, Sabtu (31/1/2026).
Perayaan Bona Taon diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh pelayan HKBP Lumban Sangkalan. Ibadah tersebut menekankan pentingnya pembaruan iman, penguatan persaudaraan, serta komitmen hidup dalam kasih dan pelayanan di sepanjang tahun yang baru.
Dalam khotbahnya, pelayan firman mengajak seluruh anggota Punguan Koor Ama Solagratia beserta keluarga besar untuk memaknai Bona Taon bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum mempererat solidaritas, memperkuat iman, dan menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Punguan Koor Ama Solagratia dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan kekompakan seluruh anggota punguan. Ia berharap semangat persatuan tersebut terus terjaga dan menjadi kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan ke depan.
“Bona Taon ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap berjalan bersama dalam kasih Tuhan, saling menopang, dan menjaga persaudaraan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pemerintah desa. Kepala Desa Lumban Silintong, Julmen Manalu, mengapresiasi terselenggaranya Bona Taon sebagai bagian dari pelestarian nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Batak.
“Acara seperti ini bukan hanya memperkuat iman dan ikatan keluarga, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga serta menjaga tradisi yang menjadi identitas kita bersama,” kata Julmen.

Usai rangkaian ibadah dan ramah tamah, kegiatan dilanjutkan dengan agenda kebersamaan berupa keliling Pulau Sibandang yang berada di kawasan Danau Toba.
Julmen Manalu juga menyoroti karakter unik Pulau Sibandang yang kerap disalahpahami pengunjung. Menurut dia, dari kejauhan pulau tersebut tampak kecil, namun memiliki wilayah yang cukup luas ketika dijelajahi.
“Sekilas Pulau Sibandang terlihat kecil. Namun setelah dikelilingi, ternyata luas. Untuk mengitari pulau ini saja bisa memakan waktu hingga sekitar dua jam,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pulau Sibandang dihuni oleh tiga desa, yakni Desa Sibandang, Desa Sampuran, dan Desa Papande. Kehidupan sosial dan budaya masyarakat yang masih terjaga dinilai menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas di kawasan Danau Toba.
Reporter:Dodi Manalu







