Gaji Tak Sesuai UMK 2026, Ratusan Pekerja Outsourcing Semen Tonasa Geruduk Kantor Vendor

Deskripsi gambar untuk SEO

PANGKEP- KLTV INDONESIA klivetvindonesia.com. PANGKEP, 30 Januari 2026 – Sebanyak 500 pekerja yang tergabung dalam Federasi Pekerja Outsourcing Semen Tonasa menggelar aksi unjuk rasa di kantor PT Patriatama Mandiri Jl. Poros Tonasa Kelurahan Bontoa Kec. Minasatene hari ini, Jumat (30/01).

Aksi spontan massa ini dipicu oleh ketidakpuasan pekerja terkait besaran upah dalam slip gaji Januari 2026 yang dinilai tidak mengakomodasi kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026.

Kekecewaan para pekerja memuncak saat PT Patriatama Mandiri, selaku vendor pengelola tenaga kerja (outsourcing) rekanan PT Semen Tonasa, merilis slip gaji Januari di tahun 2026.

Dalam dokumen tersebut, angka yang tertera tidak menunjukkan kenaikan yang sesuai dengan regulasi UMK terbaru dengan tambahan komponen lainnya yang seharusnya mulai berlaku efektif di awal tahun.

Ketua Federasi Pekerja Outsourcing Semen Tonasa, Alfianto Amir, S.T., yang memimpin langsung aksi tersebut, menegaskan bahwa kedatangan mereka adalah untuk menuntut pertanggungjawaban langsung dari pimpinan vendor.

“Kami datang untuk menagih hak kami. Sangat ironis ketika kenaikan UMK 2026 sudah ditetapkan, namun vendor justru mengeluarkan slip gaji yang tidak sesuai dengan standar tersebut dan itu juga tertuang di kontrak kami ,” ujar Alfianto di sela-sela aksi.

Ultimatum terhadap PT Semen Tonasa
Selain menuntut pihak vendor, Alfianto juga melayangkan kritik keras terhadap manajemen PT Semen Tonasa. Menurutnya, masalah ini berakar pada lemahnya pengawasan dari Departemen SDM PT Semen Tonasa terhadap vendor-vendor mereka.

Ia bahkan menuding adanya keterlibatan pihak pemberi kerja dalam merumuskan skema pengupahan yang merugikan pekerja. “SDM Semen Tonasa seolah abai dalam pengawasan. Justru kami menduga mereka yang memberikan formulasi upah tersebut kepada vendor,” tegasnya.

Ancaman Aksi Lanjutan
Pihak Federasi memberikan peringatan keras bahwa aksi hari ini hanyalah permulaan jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi. Jika realisasi UMK 2026 tidak segera dilakukan, massa mengancam akan melakukan aksi dengan skala yang lebih besar.

“Jika UMK 2026 tidak segera direalisasikan, sasaran kami bukan lagi kantor vendor. Kami akan langsung mendatangi dan melakukan aksi di PT Semen Tonasa sebagai pemberi kerja utama,” tutup Alfianto Amir.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan massa aksi masih melakukan mediasi dengan pihak manajemen PT Patriatama Mandiri untuk mencari solusi atas selisih upah tersebut.

Deskripsi gambar untuk SEO

Pos terkait

Promosi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *