Rapimnas Pewarna Indonesia 2026 ; Menyatukan Iman, Hukum, dan Jurnalisme Yang Semakin Mantaf Untuk Indonesia

Deskripsi gambar untuk SEO

*Rapimnas Pewarna Indonesia 2026 ; Menyatukan Iman, Hukum, dan Jurnalisme Yang Semakin Mantaf Untuk Indonesia*

 

Pacet Cianjur Jabar –

Klivetvindonesia.com –

Pewarna (Persatuan Wartawan Nasrani) Indonesia, di tengah dinamika dunia pers yang kian kompleks dan tantangan etika jurnalistik yang terus mengemuka.

Kembali melangkahkan arah geraknya melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar di Villa Bukit Cipendawa, Pacet Cianjur, Jawa Barat, pada 26–28 Februari 2026.

 

Usai Rakernas November 2025 lalu, Rapimnas ini menjadi ruang konsolidasi strategis untuk menindaklanjuti berbagai program yang telah dirumuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung di Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Sejumlah Pengurus Daerah (PD) dari DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, serta jajaran Pengurus Pusat (PP) hadir mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

 

Ketua Umum Pewarna Indonesia Pengurus Pusat, dalam arahannya menegaskan bahwa Rapimnas kali ini menentukan program-program strategis Pewarna sepanjang tahun 2026. Ia juga menyampaikan rencana awal pelaksanaan Rakernas 2026 yang direncanakan berlangsung di Bali dengan konsep gelaran budaya lintas daerah.

 

“Rakernas mendatang direncanakan di Bali dengan menampilkan gelaran budaya dari tujuh provinsi, antara lain Bali, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan daerah lainnya. Ini bagian dari upaya Pewarna Indonesia menghadirkan jurnalisme yang berakar pada budaya dan kebangsaan,” ujar Yusuf Mujiono.

 

Ia menekankan, dalam berbagai situasi sulit—termasuk saat pandemi COVID-19 Pewarna Indonesia tetap bergerak aktif. Salah satunya melalui penelusuran sejarah penginjilan yang dikenal sebagai riset Rasul-Rasul Jawa yaitu event “Napak Tilas Rasul Jawa”, serta berbagai kegiatan jurnalistik yang memberi manfaat nyata bagi gereja dan masyarakat.

 

Yusuf Mujiono Ketum Pewarna Indonesia dalam menyongsong th.2026 juga menyampaikan bahwa masa kepengurusan PP akan berakhir.

Dan ia membuka ruang regenerasi kepemimpinan bagi kader-kader Pewarna Indonesia yang terpanggil melayani dalam kemasan Organisasi profesi.

 

Rapimnas diawali dengan ibadah pembukaan yang menjadi fondasi rohani seluruh rangkaian kegiatan. Firman Tuhan disampaikan oleh Penasehat Pewarna  Jawa Barat Pdt.Lukman Panji. Dalam khotbahnya, ia mendorong seluruh pengurus dan anggota Pewarna Indonesia untuk sungguh-sungguh memahami hati Tuhan dalam setiap pelayanan jurnalistik.

“Dalam berorganisasi pelayanan didalam Pewarna Indonesia kita tidak boleh berhenti pada keuntungan pribadi atau popularitas. Tetapi harus bertanya ; Pengorbanan apa yang bisa kita berikan bagi gereja, masyarakat, dan bangsa,” tegas Pdt.Lukman Panji. Beliau mengajak insan Pewarna Indonesia menjadi inovator yang menghadirkan nilai-nilai Kristiani, kejujuran, keberanian, dan kasih.

Dalam karya jurnalistik dan pengelolaan organisasi.

 

Rapimnas ini juga mendapat perhatian dari Kefas Devananda atau yang akrab disapa Romo Kefas, mantan Ketua PD Pewarna Jawa Barat, yang saat ini mendapat amanah dari Ketua Umum untuk memegang Komando Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Pewarna Indonesia.

 

Romo Kefas menilai “Rapimnas bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi momentum penting untuk memperkuat integritas jurnalisme Nasrani di tengah meningkatnya persoalan hukum, hoaks, kriminalisasi pers, dan konflik kepentingan.”

 

“Pewarna harus berdiri di garda depan dalam menjaga martabat pers.

Jurnalisme iman bukan jurnalisme takut, tetapi jurnalisme yang berani, beretika, dan berpihak pada kebenaran serta keadilan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, penguatan LKBH Pewarna menjadi langkah strategis untuk melindungi wartawan, mendampingi persoalan hukum, serta memastikan karya jurnalistik Pewarna tetap berjalan dalam koridor hukum dan etika pers nasional.

 

“Dalam menyikapi peliputan dilapangan Jurnalis Kristen tidak boleh alergi pada hukum, tetapi harus memahami hukum agar dapat membela kebenaran dan keadilan secara bertanggung jawab,” tegasnya.

 

Komitmen organisasi untuk terus bergerak sebagai wadah jurnalis yang beriman, profesional dan berjiwa kebangsaan Pewarna Indonesia dalam Rapimnas ditegaskan kembali.

Melalui konsolidasi program, penguatan spiritual, serta keberanian menghadapi tantangan zaman, Pewarna diharapkan terus menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Solidaritas, etika dan dengan semangat Pelayanan Pewarna Indonesia menatap tahun 2026 sebagai tahun penguatan peran jurnalisme yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif.

 

Jurnalis Christy.

Deskripsi gambar untuk SEO

Pos terkait

Promosi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *