Air Mata Kasi Ops Basarnas Makassar Pecah, Korban ke-10 Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Akhirnya Ditemukan

Deskripsi gambar untuk SEO

PANGKEP- KLTV INDONESIA klivetvindonesia.com.Pangkep, Sulawesi Selatan – Duka mendalam menyelimuti proses pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pada Jumat pagi (23/01/2026), Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan korban ke-10 yang merupakan korban terakhir dari peristiwa nahas tersebut.

Kabar penemuan korban terakhir ini disampaikan langsung oleh Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, dalam wawancara pagi hari. Namun, suasana haru tak terbendung saat Andi Sultan menyampaikan informasi tersebut. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia tak kuasa membendung air mata saat mengumumkan bahwa seluruh korban telah ditemukan.

Korban ke-10 ini menjadi korban terakhir yang selama beberapa hari terakhir terus dicari oleh Tim SAR Gabungan, yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta unsur masyarakat setempat. Penemuan ini sekaligus menandai berakhirnya fase pencarian korban jiwa dalam tragedi kecelakaan pesawat tersebut.

Sementara itu, Kepala Basarnas Makassar, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa korban terakhir yang ditemukan masih dalam proses evakuasi dari lokasi kejadian. Tim SAR di lapangan saat ini tengah melakukan proses pengangkatan dan pengemasan (packing) korban sebelum dibawa turun dari lokasi yang memiliki medan ekstrem.

“Sehingga total sudah ditemukan 10 jenazah, baik dalam kondisi utuh maupun berupa bagian tubuh. Body part terakhir ditemukan sekitar pukul 08.40 WITA, berdasarkan laporan tim di lapangan,” ujar

Ia menambahkan, proses pencarian dan evakuasi korban berlangsung dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Lokasi jatuhnya pesawat berada di kawasan pegunungan terjal dengan kondisi cuaca yang kerap berubah. Korban-korban ditemukan di titik yang bervariasi, dengan jarak kedalaman mulai dari sekitar 100 meter hingga lebih dari 500 meter dari puncak lokasi jatuhnya pesawat.

Medan yang curam, vegetasi lebat, serta keterbatasan akses menjadi tantangan utama bagi Tim SAR Gabungan. Meski demikian, berkat kerja keras, dedikasi, dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, proses pencarian dapat diselesaikan dengan maksimal.

Tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 ini meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Indonesia. Perjuangan Tim SAR yang mempertaruhkan tenaga, waktu, dan keselamatan demi menemukan seluruh korban mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak.

Dengan ditemukannya seluruh korban, fokus selanjutnya akan diarahkan pada proses evakuasi lanjutan serta penanganan korban sesuai prosedur yang berlaku. Pihak Basarnas juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban.

Semoga seluruh korban diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, serta kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.

Deskripsi gambar untuk SEO

Pos terkait

Promosi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *