LUWU – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– — Semangat gotong royong kembali menyala di Desa Tarramatekkeng, Kabupaten Luwu. Sosok pemimpin desa, Aswan Rana, menunjukkan kepemimpinan yang membumi dengan turun langsung bersama warga membersihkan lapangan sepak bola desa yang sempat terbengkalai. Aksi ini menjadi simbol kebangkitan desa setelah melewati masa jeda pemerintahan.

Desa Tarramatekkeng terletak di wilayah selatan Kabupaten Luwu dan terdiri dari tiga dusun, yakni Dusun Tarramatekkeng, Dusun Kasumang, dan Dusun Sompu-Sompu. Desa ini selama beberapa waktu mengalami keterlambatan pembangunan, khususnya di bidang sarana dan prasarana olahraga, akibat adanya masa jeda kepemimpinan.
Saat ditemui wartawan Media KLTV Indonesia di kediamannya, Kamis, 22 Januari 2026, Aswan Rana menjelaskan bahwa dirinya pernah menjabat sebagai Kepala Desa sejak 2018 hingga Desember 2023. Setelah masa jeda pemerintahan dari Januari 2024 sampai Agustus 2025, ia kembali dipercaya oleh instansi terkait untuk mengemban amanah memimpin Desa Tarramatekkeng mewakili masyarakat.
Menurut Aswan Rana, salah satu dampak paling nyata dari masa jeda tersebut adalah kondisi lapangan sepak bola desa. Lapangan yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas olahraga dan kebersamaan warga, berubah seperti hutan rimbun dengan rumput liar setinggi hampir satu meter, sehingga tidak dapat lagi dimanfaatkan.
Berangkat dari keprihatinan itu, Aswan Rana mengambil langkah cepat.Dengan semangat kepemimpinan dan kepedulian sosial, ia mengajak warga dari seluruh dusun untuk bergotong royong melakukan pembabatan dan penyemprotan rumput. Tanpa sekat jabatan, Aswan Rana ikut bekerja di lapangan bersama masyarakat.
PrIa yang Ramah ini menegaskan bahwa lapangan olahraga bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan wadah penting untuk membina generasi muda, khususnya di bidang sepak bola. Dari lapangan inilah, menurutnya, bibit-bibit atlet dan generasi berprestasi dapat lahir, sekaligus menjauhkan pemuda dari aktivitas negatif.

Lebih jauh, Aswan Rana menilai gotong royong sebagai kekuatan utama dalam membangun desa. Melalui kebersamaan, solidaritas antar warga akan semakin kuat, persoalan sosial dapat diselesaikan bersama, dan rasa memiliki terhadap desa akan tumbuh dengan sendirinya.
“Dengan semangat gotong royong yang kita bangun bersama, insyaallah masyarakat Desa Tarramatekkeng akan hidup damai, aman, dan tenteram,” tegas Aswan Rana.
Aksi sederhana namun bermakna ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang hadir di tengah masyarakat mampu menghidupkan kembali harapan dan semangat membangun desa.
Penulis: Kabiro Luwu Raya, Muh. Suardi Sijaya







