PANGKEP – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– TNI AL, Dispen Kormar (Pangkep) —
Prajurit Marinir TNI AL Yonmarhanlan VI Makassar hingga hari ini terus terlibat dalam operasi SAR pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Upaya pencarian dilakukan sejak Minggu (18/01/2026) dan masih berlangsung hingga Selasa (20/01/2026), dengan menyisir lereng terjal, jalur pegunungan, dan titik-titik prioritas di medan yang sangat sulit.

Pada pencarian Senin kemarin, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban berjenis kelamin perempuan dari area jatuhnya pesawat. Proses evakuasi ditempuh melalui jalur darat yang penuh tantangan sebelum korban diserahkan kepada Basarnas untuk proses identifikasi lebih lanjut. Hingga hari ini, personel gabungan terus memfokuskan pencarian korban lainnya di berbagai sektor yang telah dipetakan.
Komandan Yonmarhanlan VI Makassar Letkol Marinir Kurnia Hendra W., M.Tr.Opsla., menegaskan bahwa seluruh prajurit Marinir akan terus melaksanakan pencarian sesuai instruksi. “Kami tetap berada di lapangan dan bekerja maksimal sampai seluruh proses pencarian rampung sesuai komando operasi. Ini adalah tugas kemanusiaan yang akan kami laksanakan tanpa mengendurkan kesiapsiagaan,” ujarnya.

Prajurit Marinir Yonmarhanlan VI juga memperkuat Posko SAR sebagai elemen pendukung, sekaligus memastikan koordinasi dan pengerahan kekuatan dapat berjalan efektif, aman, dan terarah. Seluruh unsur tetap siaga di Posko dan di jalur pencarian untuk menyikapi setiap perkembangan situasi.
Keterlibatan prajurit Marinir TNI AL dalam operasi ini merupakan bukti nyata kesiapan, profesionalisme, dan pengabdian TNI AL yang tidak hanya mengamankan laut Nusantara, tetapi juga hadir di garis depan dalam misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat.







