Mayat Misterius Ditemukan Mengapung di Perairan Doang-Doangan Lompo, Warga Liukang Kalmas Geger

PANGKEP- KLTV INDONESIA klivetvindonesia.com. PANGKEP — Warga Desa Doang-Doangan Lompo, Kecamatan Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang mengapung di perairan sekitar desa pada Minggu pagi, 11 Januari 2026. Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat setempat dan menimbulkan berbagai spekulasi terkait identitas serta penyebab kematian korban.

Informasi awal mengenai peristiwa tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Doang-Doangan Lompo, Muhammad Yusuf Nawawi, melalui grup WhatsApp. Dalam pesannya, ia melaporkan bahwa mayat ditemukan sekitar pukul 06.00 WITA dalam kondisi mengapung di perairan desa, tepatnya di wilayah Pulau Doang-Doangan Lompo, Dusun Santigi, RT 02 RW 03, Kecamatan Liukang Kalmas.

Menurut keterangan yang dihimpun di lapangan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan setempat bernama Syafarudin yang hendak melaut pada pagi hari. Saat mendekati perahunya yang ditambatkan di sekitar kawasan bakau, Syafarudin dikejutkan oleh keberadaan sesosok tubuh manusia yang mengapung tidak jauh dari pohon bakau dan tambatan perahu miliknya.

“Saat mau naik ke perahu, saksi melihat ada benda mencurigakan di air. Setelah didekati, ternyata itu adalah mayat manusia,” ungkap warga yang berada di lokasi kejadian.

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada aparat desa setempat. Kepala Desa Doang-Doangan Lompo kemudian mengoordinasikan warga untuk mengamankan lokasi sembari menunggu tindak lanjut dari pihak berwenang. Keberadaan mayat yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan membuat suasana desa sempat diliputi rasa cemas dan keprihatinan.

Berdasarkan keterangan awal, korban berjenis kelamin laki-laki dan hingga kini belum diketahui identitasnya. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana pendek berwarna merah. Sementara itu, kondisi fisik korban sudah sangat memprihatinkan, di mana bagian wajah, lengan, dan kaki tidak lagi dapat dikenali karena sebagian besar tubuhnya telah mengalami kerusakan parah dan diduga sudah dalam kondisi tinggal kerangka.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa korban kemungkinan telah berada di perairan dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya ditemukan oleh warga. Namun demikian, hingga saat ini penyebab kematian korban masih belum dapat dipastikan, apakah akibat kecelakaan laut, tindak kriminal, atau faktor lainnya.

Pemerintah desa bersama masyarakat setempat telah berupaya melakukan pengamanan di sekitar lokasi penemuan untuk mencegah kerumunan dan menjaga situasi tetap kondusif. Pihak desa juga telah berkoordinasi dengan aparat terkait agar proses identifikasi dan penanganan korban dapat segera dilakukan sesuai prosedur.

Peristiwa ini menambah daftar kejadian penemuan mayat tanpa identitas di wilayah perairan kepulauan Pangkep, yang wilayahnya memang didominasi oleh pulau-pulau kecil dan jalur laut. Masyarakat berharap pihak berwenang dapat segera mengungkap identitas korban serta memastikan penyebab kematiannya, sehingga tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah warga.

Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam tahap penanganan lebih lanjut, sementara warga diminta tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *