SUMATERA – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh masih terus berlangsung. Proses pencarian ini akan dilanjutkan hingga dilakukannya evaluasi fase tanggap darurat tingkat provinsi yang dijadwalkan pada 8 Januari 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh korban terdampak dapat ditemukan dan ditangani secara maksimal.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa hingga saat ini perpanjangan status tanggap darurat masih berlaku di sembilan daerah di Provinsi Aceh. Sementara itu, sembilan daerah lainnya telah memasuki fase transisi darurat menuju pemulihan.
“Operasi SAR tetap menjadi prioritas utama, terutama di wilayah yang masih berstatus tanggap darurat,” ujarnya.
Selain fokus pada pencarian korban, BNPB juga mulai mengintensifkan upaya pemulihan pascabencana di sejumlah daerah yang dinilai relatif stabil.
Di Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara, proses rehabilitasi awal telah berjalan, meliputi perbaikan fasilitas dasar seperti akses jalan, jaringan listrik, air bersih, serta sarana kesehatan dan pendidikan yang terdampak banjir bandang.
Berdasarkan data resmi BNPB hingga Selasa, 6 Januari 2026, total korban jiwa akibat rangkaian banjir bandang di wilayah Sumatera dan Aceh mencapai 1.178 orang.
Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 543 orang. Angka tersebut masih bersifat dinamis seiring berjalannya proses pencarian di lapangan.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
Koordinasi lintas sektor terus diperkuat guna mempercepat penanganan darurat, pemulihan, serta memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran
. Upaya ini diharapkan dapat meminimalkan risiko lanjutan sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana.





