JENEPONTO – KLTV INDONESIA |http://klivetvindonesia.com Kelangkaan pupuk di Jeneponto Sulawesi Selatan menjadi pokok pembicaraan warga masyarakat setempat. Pasalnya kelangkaan pupuk itu diduga keras ada yang bermain maka aktivis desak mentri pertanian turun tangan bersama Aparat Penegak Hukum .
Kelangkaan itu mencuat di Kelurahan Tolo Utara, Kecamatan Kelara, melihat keluhan warga petani ,hal itu mendapat perhatian serius dari sejumlah aktivis . Karena dampaknya sangat berpengaruh pada sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga masyarakat setempat,”
Ujar Jibril, aktivis pemuda dari warga Kelurahan Tolo Utara, Senin (5/1/2026) , pukul 13.00 WITA di salah satu rumah warga .
Menurut dia, akhir – akhir ini warga masyarakat petani disini mengalami kesulitan mendapat pupuk pada masa tanam.
Menurut Jibril, hampir seluruh warga Tolo Utara hidup dari sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. Namun, ketersediaan pupuk yang tidak merata membuat Petani mengalami kesulitan,” ujarnya.
“Keluhan utama masyarakat di sini adalah pupuk. Sekitar 99,9 persen warga Tolo Utara adalah petani. Saat pupuk dibutuhkan, justru sulit didapat,” ujarnya. Ia menilai kondisi ini berpotensi mengancam hasil panen dan kesejahteraan petani.
Ia juga menyoroti dugaan ketidaktepatan distribusi pupuk dan meminta aparat penegak hukum bertindak tegas apabila ditemukan adanya penyimpangan,”ujarnya.
Jibril mengingatkan bahwa Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah meminta aparat terkait untuk tidak mentolerir praktik permainan pupuk di daerah karena menyusahkan warga maka oleh karena itu, ia mendesak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Jeneponto segera melakukan penyelidikan agar persoalan ini tidak berlarut-larut.
Lebih lanjut, Jibril menilai kuota pupuk yang tersedia saat ini belum sesuai dengan kebutuhan riil petani. Stok pupuk kerap tidak mencukupi pada masa tanam, sehingga petani terpaksa menunda pemupukan. “Jika jagung tidak dipupuk tepat waktu, risikonya bisa mati dan petani jelas dirugikan,” tambahnya. Ia mendorong agar Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kembali diaudit agar pendistribusian pupuk dapat tepat sasaran.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa solusi konkret, masyarakat petani bersama aktivis pemuda Tolo Utara siap menyuarakan aspirasi melalui aksi demonstrasi.
Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bentuk kepedulian demi memastikan hak petani memperoleh pupuk secara adil dan merata.
Sejalan dengan itu, Kementerian Pertanian RI melalui program “Lapor Pak Amran” mengajak masyarakat aktif melaporkan setiap bentuk penyimpangan di sektor pertanian. Program ini dinilai efektif mengungkap berbagai pelanggaran, mulai dari kios pupuk subsidi nakal hingga peredaran komoditas ilegal, sebagai upaya mewujudkan pertanian nasional yang bersih dan berpihak pada petani.
Sebagai bentuk komitmen terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, MEDIA KLTV INDONESIA membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan atau memiliki informasi berbeda terkait pemberitaan ini. Hak jawab dapat disampaikan kepada redaksi untuk dimuat secara proporsional dan berimbang.
Penulis: Tim





