Ancaman Degradasi Menghantui Tim Yang Terjebak di Zona Merah Super League

K_SPORT -KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com–  Persaingan di kompetisi Super League musim ini semakin seru khususnya tim yang mendapat peringkat di papan bawah klasemen karena mereka sepertinya dihantui Zona Merah Super League .

Merujuk pada data hingga pekan ke-16, terdapat empat tim yang minim meraih kemenangan maka mereka harus extra kerja keras mengejar kemenangan agar bisa keluar dari lubang zona degradasi .

Situasi yang demikian membuat empat pelatih dari tim – tim yang dihantui zona degradasi harus putar otak untuk menyiap strategi dan taktik agar bisa menang pada sisa pertandingan . Dari empat tim tersebut ada yang sudah bisa dibaca bakalan akan degredasi .

Merujuk pada klasemen sementara, PSBS Biak berada di posisi ke-15 dengan koleksi 13 poin dari 16 pertandingan.

Selisih gol minus 21 menjadi catatan serius yang menunjukkan lemahnya lini pertahanan yang membuat lawan muda menggempur serangan , meski begitu peluang bertahan masih terbuka jika mampu tampil konsisten di laga-laga selanjutnya . Sedangkan
Di posisi ke-16, Semen Padang mencatatkan 10 poin dari 16 laga dengan selisih gol minus 15.

Tim yang memiliki sejarah panjang di sepak bola nasional ini harus menelan pil pahit , apabila tak mampu menemukan performa terbaiknya. Hasil minor yang terus mereka alami tanpa disadari sepertinya tekanan pesikologi buat pemain dan tim pelatih semakin besar.

Sementara itu, Persijap Jepara harus puas berada di peringkat ke-17 dengan raihan 9 poin dan selisih gol minus 16, kondisi yang demikian mereka harus terima dengan lapangdada .

Minimnya kemenangan menjadi faktor pemicu yang membuat Persijap semakin mendekati di zona merah, maka untuk mengatasi hal itu harus menang disisa pertandingan .
Kondisi paling mengkhawatirkan yakni Persis Solo yang berada diposisi ke-18. Dengan hanya mengoleksi 7 poin dari 16 pertandingan dan selisih gol minus 19, Persis Solo berada dalam tekanan besar.

Maka setiap laga ke depan harus menang maka laga selanjutnya menjadi partai hidup-mati agar mereka bisa bertahan.

Empat tim tersebut , kini berada dalam sorotan, bukan hanya karena posisi mereka di klasemen, tetapi juga karena sisa kompetisi yang semakin singkat.

Setiap poin menjadi sangat berharga, dan kesalahan sekecil apa pun bisa berujung pada degradasi.

Frans kato Salah Satu pengamat Sepak bola yang diminta komentar – nya , menurut pria yang rama ini menilai, faktor mental, strategi pelatih, serta kedalaman skuad akan sangat menentukan nasib tim-tim papan bawah tersebut.

“Rotasi pemain, evaluasi taktik, dan dukungan penuh dari suporter menjadi kunci untuk bangkit dari keterpurukan”.Begitu ujar Frans
“Dengan kompetisi yang masih menyisakan sejumlah pertandingan, peluang memang belum sepenuhnya tertutup.Namun jika tren negatif terus berlanjut, bayang-bayang turun kasta akan menjadi kenyataan”.Tandasnya

Publik sepak bola pun menanti, siapa yang mampu selamat dan siapa yang harus menerima kenyataan pahit di akhir musim Super League, maka harus terima dengan lapangdada .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *