Kerinci-Kepala Desa Bengkolan Duo, Anton Hidayat, dan Bendahara Desa diduga menjadi korban pemerasan oleh orang suruhan staf desa. Laporan ini muncul setelah staf desa tersebut melaporkan Anton dan Bendahara Desa atas dugaan penyalahgunaan keuangan desa.
Anton Hidayat merasa dirinya dan Bendahara Desa di teror dan diperas oleh dugaan orang suruhan staf desa tersebut. Ia berencana untuk melaporkan kasus pemerasan ini ke pihak berwajib, karena diduga ada keterlibatan staf desa sebagai dalang pemerasan.
Kepala Desa Bengkolan Duo, Anton, dan Bendahara Desa, telah menerima panggilan dari dua nomor yang tidak dikenal, yang mengaku sebagai orang dari Kejati Jambi. Penelpon meminta uang damai kepada Anton dan Bendahara agar kasus yang dilaporkan atas nama mereka tidak diproses.
Anton selaku Kepala Desa Bengkolan Duo menduga bahwa penelpon adalah orang suruhan staf desa yang memang tidak suka dan ingin menjatuhkannya. ” Dengan adanya 2 alat bukti rekaman saya akan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib dan meminta agar diusut tuntas,” kata Anton.
Anton juga menyatakan bahwa laporan yang dibuat terhadapnya dan Bendahara Desa adalah palsu dan hanya modus untuk memeras mereka. “Saya tidak melakukan apa yang dituduhkan, dan saya siap menghadapi proses hukum jika memang ada kesalahan,” tegas Anton.
Bendahara Desa juga mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima panggilan serupa dan merasa sangat terganggu dengan kejadian ini. “Kami hanya ingin menjalankan tugas kami sebagai pejabat desa dengan baik, tapi malah dijadikan sasaran pemerasan,” kata Bendahara Desa.
Masyarakat Bengkolan Duo juga mengecam tindakan ini dan meminta agar pihak berwajib segera mengusut tuntas kasus ini. “Kami tidak ingin pejabat desa kami dianiaya dan diperas oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata salah satu warga Bengkolan Duo.
Pihak Kejati Jambi belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Namun, Anton dan Bendahara Desa telah meminta agar kasus ini diusut tuntas dan pelaku pemerasan dapat ditangkap.
Har





