Pontianak – Diduga telah habis masa kontrak, proyek di RSUD Sudarso belum 70%, pelaksana Intimidasi Jurnalis saat investigasi 28/12/2025.
Ketua DPC AKPERSI KOTA Pontianak saat melakukan kegiatan jurnalistik di Proyek pembangunan gedung baru di RSUD Sudarso tepat nya di belakang Gedung UGD, disamping Gedung Rawat Inap C dan Area Parkir Ambulan pada hari Jum’at 26/12/2025, setelah mengambil dokumentasi ia tiba tiba dikejar oleh dua orang dan mencegat dipinggir jalan dan berupaya merampas HP.
Hal ini sangat bertentangan dengan undang undang Pers no 40 tahun 1999, dugaan intimidasi dan upaya menghalangi jurnalistik dalam melaksanakan tugas jurnalistik bisa dipidana dan denda.
Ketua DPD AKPERSI KALBAR geram melihat tingkah orang orang pelaksana proyek yang sok jagoan dan bergaya premanisme, jika tidak bersalah kenapa takut disorot kamera.
” Pekerja proyek jika tidak ada kesalahan kenapa takut di sorot kamera”
Preseden buruk ini sering terjadi terhadap wartawan, dikarenakan mereka sangat licin dan berduit, ditambah lagi hukum terkesan tidak berpihak kepada Wartawan.
“Terkait kasus ini kami akan melaporkan mereka Kepolda KALBAR, mungkin untuk wartawan lain bisa mereka perlakuan seenaknya, main intimidasi dan lain sebagainya. Namun mereka tidak tau bahwa AKPERSI tidak akan gentar dan tidak pernah takut untuk melakukan investigasi dan akan melaporkan para pelaku yang coba coba intimidasi anggota AKPERSI di Kalbar ini. tutupnya
Saat di mintai keterangan terkait insiden intimindasi tersebut, Ketua AKPERSI Kota Pontianak Alfiansyah C.LIJ saat di temui di Kantor AKPERSI Wilayah Kalimantan Barat di Jalan Sultan Syahrir tepat nya di Basement Kantor Pelni Lantai Dasar, Bang Vean (Sapaan Akrab Alfiansyah) Mengungkapkan “Dari awal saya Investigasi di Rumah Sakit Dokter Soedarso, aman aman saja dan di terima baik, saat saya pergi Ke belakang gedung baru (Gedung UGD BARU Red_) dan menyalakan kamera Handphone guna untuk pengambilan dokumentasi, Saya sudah melihat ada orang yang memanggil dan meneriaki Saya.
Tidak mau terjadi keributan di Area Rumah Sakit Dokter Soedarso, Saya ambil langkah sigap pergi langsung meninggalkan lokasi, tetapi ketika saya melaju, tepat nya di Dekat Pintu Gerbang Selamat Datang Perbatasan Kota Pontianak – Kuburaya, Tiba – tiba motor saya dicegat 2 orang yang diduga Pengawas kegiatan tersebut, dan Saya ingat kedua orang itulah yang meneriaki Saya, lalu Saya beradu argumen, salah Satu dari Mereka Mengatakan “Adik Saya Wartawan juga Namanya N…. “Diduga Oknum tersebut meragukan legalitas Saya sebagai seorang Wartawan, dan seakan akan ingin mengintimidasi saya/ mengadu Saya dengan Oknum Wartawan tersebut sembari memaksa mengeluarkan Handphone Saya “Tutur Alfiansyah.
Selanjutnya, Saya akan merekam Video terkait Intimidasi tersebut, sempat akan di rebut, dan bilang “jangan ngerekam saya, dan salah satu dari mereka memfoto saya diam diam dan mencatat Plat Nomor Motor Saya” tutur nya lagi.
Saat Saya menoleh ke motor Oknum tersebut, saya melihat logo Sticker Salah Satu Ormas Besar di Kalimantan Barat, dan Saya Mengancam Akan Mengadu ke Panglima Besar nya,”imbuh Alfiansyah
selanjutnya Saya tidak dak mau ada perdebatan lagi, Saya pergi Ke Kantor AKPERSI guna melapor kejadian Intimidasi yang Saya alami, dan Saya curiga, dugaan dugaan yang Saya dalami terkait Proyek lanjutan Rumah Sakit Soedarso benar benar Mangkrak.
Contohnya Saya mendapati pihak dan Oknum Terkait yang mencoba mengintimidasi saya, dan Saya akan melaporkan kejadian ini ke Mapolda Kalbar, terkait intimidasi, dan pencatatan Plat Nomor Kendaraan Saya, Saya takut motor Saya di apa apakan mereka, karna motor yang saya pakai itu motor anak Saya, bukan motor Saya.”tutup Alfiansyah





