Bupati Pangkep Melayat Korban Perahu Terbalik di Gentung, Tunjukkan Empati dan Komitmen Pemerintah untuk Keselamatan Laut

PANGKEP- KLTV INDONESIA klivetvindonesia.com.PANGKEP — Rasa duka mendalam kembali menyelimuti Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan setelah terjadinya musibah perahu terbalik di perairan laut setempat yang menelan korban jiwa. Sebagai bentuk kepedulian dan empati, Bupati Pangkep, Doktor H. Muhammad Yusran Lalogau, melayat langsung ke rumah duka Almarhumah Darmayanti, salah satu korban dalam peristiwa tragis tersebut. Kunjungan berlangsung pada Ahad, 28 Desember 2025, di Kampung Bande, Desa Gentung, Kecamatan Labakkang.

Suasana haru menyambut kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Pangkep itu. Kehadirannya tidak hanya sebagai simbol kedukaan, tetapi juga menunjukkan komitmen moral dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam mendampingi warganya yang ditimpa musibah. Bupati turut didampingi Camat Labakkang Bahri, SE, dan Kepala Desa Gentung Hj. Kamriah, S.Sos., menandakan bahwa kepedulian ini merupakan sikap kolektif pemerintah dan bukan sekadar formalitas seremonial.

Musibah yang menimpa Almarhumah Darmayanti terjadi saat korban tengah melakukan perjalanan laut menuju salah satu pulau di wilayah Pangkep. Gelombang sedih dan kehilangan menyelimuti keluarga serta masyarakat sekitar. Ibu rumah tangga yang dikenal ramah itu meninggalkan kesan mendalam bagi banyak warga, sehingga kabar kepergiannya turut menggetarkan hati masyarakat luas.

Di hadapan keluarga yang ditinggalkan, Bupati Pangkep menyampaikan belasungkawa dengan penuh ketulusan dan kelembutan bahasa. Ia mengajak keluarga untuk tetap tabah, seraya mendoakan agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Pangkep, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Almarhumah Darmayanti. Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dan diterima amal ibadahnya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ucap Bupati penuh empati.

Tak hanya sekadar melayat, Bupati juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan pentingnya keselamatan dalam setiap perjalanan laut. Ia menegaskan bahwa sebagai daerah kepulauan, Pangkep harus terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan demi mencegah terulangnya musibah serupa. Pemerintah daerah, katanya, akan berupaya lebih optimal dalam mendukung fasilitas keamanan dan memberi perhatian khusus kepada masyarakat yang menggantungkan hidup pada transportasi laut.

Doa bersama pun dipanjatkan oleh Bupati bersama rombongan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhumah. Warga sekitar menyambut kehadiran Bupati dengan rasa terharu, merasa diperhatikan dan diperkuat secara moril dalam masa kehilangan yang begitu berat.

Melalui momentum duka ini, Bupati berharap seluruh masyarakat dapat terus memperkuat rasa kebersamaan, saling menjaga, dan menguatkan solidaritas dalam menghadapi situasi apa pun. Kehadirannya di rumah duka menjadi pengingat bahwa pemerintah ada untuk rakyat—bukan hanya saat suka, tetapi terutama saat duka dan membutuhkan penguatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *