Ricuhnya Forum Interpelasi Sidang Paripurna Dikarenakan Pimpinan Sidang Tidak Tegas 

 

OPINI – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com–  Semoga bukan bay design untuk menciptakan kericuan dan semoga Interpelasi tidak seperti penyakit komplikasi yang merambat kemana – mana kemudian membidik seseorang yang tidak disukai hanya karena kepentingan tidak diakomodir . Atau bukan karena penyebab lainya hanya karena kala pada pilkada sehingga lukanya masih menganga sehingga kapan saja bisa menjerit.

 

1. Kekacauan : Pimpinan sidang yang tidak tegas dapat menyebabkan kekacauan dan ketidakstabilan dalam rapat .

2. Tidak terkendalinya diskusi : pimpnan sidang yang tidak tegas dapat menyebabkan diskusi menjadi tidak terkendali dan tidak fokus .

Diskusi itu ,merupakan pertukaran akan sesuatu hal yang pada akhirnya dapat mengambil kesimpulan dari hasil pertemuan tersebut . Beda dengan debat kusil yang diandalkan adalah keberanian , suara besar dan napas panjang , tapi ketajam akalnya untuk berpikir positif sangat rendah maka debat kusil itu tidak ada hasil kesimpulan yang diperoleh . Biasanya mental orang – orang yang demikian senang-nya menciptakan manajemen konflik untuk memecah konsentrasi atau memancing adu fisik .

 

3. Tidak terpenuhinya aturan : Pimpinan sidang yang tidak tegas dapat menyebabkan aturan – aturan rapat tidak terpenuhi , sehingga rapat menjadi tidak efektif .

 

Pimpinan sidang yang tegas sebagai berikut :

 

1. Menguasai aturan : Pimpinan sidang harus menguasai aturan – aturan rapat dan dapat menerapkannya dengan tegas.

2. Mengendalikan diskusi : Pimpinan sidang harus dapat mengendalikan diskusi dan menjaga agar diskusi tetap fokus dan terkendali dan berlangsung netral .

3. Mengambil keputusan : Pimpinan sidang harus dapat mengambil keputusan yang tepat dan tegas untuk menjaga agar rapat berjalan dengan efektif . Bukan di tunggang dengan hal politik.

 

Luka Pilkada Masih Menganga

 

Disinyalir karena kekalahan pada pilkada dan tidak bisa mengakomodir kepentingan maka hal – hal yang seharusnya tidak menjadi masalah akhirnya jadi masalah .

 Dimana – mana pendukung yang calon- nya gagal pada pilkada , selesai pilkada selesai persoalan tapi yang mengatas namakan wakil rakyat, masalah mereka belum selesai kalau luka itu sepertinya masih menganga maka kapan saja, mereka bisa menjerit untuk diperhatikan . Interpelasi itu untuk mencari titik temu bukan untuk mencari ricuh .

 

Dengan demikian , forum interpelasi paripurna dinilai gagal karena pimpinan sidang tidak tegas mengakibatkan rapat ricu, begitu kesimpulnya .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *