Lahan Warga di Gowa Diduga Jadi Lokasi Aktivitas KNPB, Aparat Lakukan Pendalaman dan Tegaskan Komitmen NKRI

 

GOWA – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com–  Aparat keamanan bersama pemerintah setempat melakukan pendalaman dan penggalangan terkait dugaan aktivitas kelompok Pro Merdeka Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Dusun Allukeke, Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menyusul beredarnya postingan kelompok tersebut di media sosial yang diduga dilakukan di lahan milik warga setempat.

Pendalaman dilakukan pada Selasa, 16 Desember 2025, pukul 09.43 hingga 12.00 WITA, dengan fokus pada klarifikasi lokasi, aktivitas kelompok, serta keterlibatan pemilik lahan dan aparatur desa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga serta mencegah potensi gangguan stabilitas wilayah.

Pemilik lahan, Yusuf Dg. Ngalli (59), warga Dusun Allukeke yang berprofesi sebagai petani kebun, menjelaskan bahwa dirinya mengenal salah satu pimpinan kelompok KNPB, Andreas Andarias Sondegau, sekitar dua tahun lalu. Perkenalan terjadi secara informal saat Andreas beraktivitas di sekitar hutan dan kebun warga. Hubungan tersebut berlanjut dalam bentuk bantuan bercocok tanam tanpa disertai muatan politik.

Menurut Yusuf, pada Jumat sore, 12 Desember 2025, Andreas bersama seorang rekannya, Novi, dan sekitar 23 orang lainnya kembali datang dengan alasan membantu kegiatan pertanian. Atas dasar itu, Yusuf mengizinkan mereka menggunakan sebagian lahannya serta memfasilitasi kebutuhan dasar, seperti tempat beristirahat dan peralatan memasak, tanpa imbalan apa pun. Kelompok tersebut meninggalkan lokasi keesokan harinya, Sabtu, 13 Desember 2025.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan tidak ditemukannya atribut atau bendera KNPB di lokasi. Aparat menduga atribut tersebut telah dibawa kembali oleh kelompok yang bersangkutan. Diketahui, kegiatan yang dilakukan berupa penanaman ubi di lahan seluas sekitar 40 meter persegi, yang diklaim sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-16 KNPB Konsulat Indonesia.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 25 orang yang seluruhnya berasal dari Papua, terdiri atas 20 laki-laki dan lima perempuan, di bawah pimpinan Andreas dan Novi. Berdasarkan informasi yang diperoleh aparat, kelompok tersebut berpotensi kembali mendatangi lokasi pada waktu mendatang, sehingga diperlukan langkah antisipasi dini.

Sebagai bagian dari penggalangan dan penegasan sikap kebangsaan, aparat melakukan penyerahan serta pemasangan bendera Merah Putih di lahan milik Yusuf Dg. Ngalli. Tindakan simbolis ini dimaknai sebagai penegasan bahwa pemilik lahan dan masyarakat setempat tetap setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan pengecekan turut dihadiri unsur intelijen dan keamanan, antara lain perwakilan Binda Sulsel, aparat desa dan dusun, personel intelijen Polsek Parangloe, Bhabinkamtibmas, personel Intel Kodim 1409, serta sejumlah warga. Hingga kegiatan berakhir pada pukul 12.00 WITA, situasi dilaporkan aman dan kondusif.

Aparat menyimpulkan bahwa meskipun belum ditemukan indikasi pergerakan bersenjata, aktivitas kelompok tersebut berpotensi memanfaatkan lahan warga sebagai ruang simbolik dan propaganda. Oleh karena itu, pemilik lahan dan aparat desa telah diminta untuk menghentikan aktivitas KNPB di lokasi tersebut, disertai langkah monitoring terpadu dan pendekatan persuasif berkelanjutan guna mencegah munculnya gangguan kamtibmas serta menjaga stabilitas wilayah Kabupaten Gowa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *