SUMATRA – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait dampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Hingga Selasa (16/12/2025) pukul 08.49 WIB, tercatat sebanyak 1.030 orang meninggal dunia, ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.
Dalam keterangan tertulis BNPB disebutkan, selain korban meninggal, 206 orang dinyatakan hilang dan sekitar 7.000 orang mengalami luka-luka akibat bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
“Data sementara mencatat meninggal dunia 1.030 jiwa, hilang 206 jiwa, dan terluka 7 ribu jiwa,” tulis BNPB.
Bila dirinci berdasarkan wilayah, jumlah korban meninggal dunia terbanyak berada di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan 184 orang. Disusul Aceh Utara sebanyak 163 orang, Tapanuli Tengah 122 orang, Tapanuli Selatan 86 orang, Aceh Tamiang 68 orang, Kota Sibolga 54 orang, serta Aceh Timur 53 orang.
BNPB menyatakan proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan, terutama di daerah yang aksesnya terputus akibat longsor dan banjir. Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta pemerintah daerah terus dikerahkan untuk mempercepat penanganan darurat.
Selain fokus pada pencarian korban hilang, BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan di sejumlah wilayah Sumatra masih tergolong tinggi.
Pemerintah pusat dan daerah saat ini tengah menyiapkan langkah-langkah lanjutan, termasuk penyaluran bantuan logistik, layanan kesehatan, serta penanganan pengungsi di wilayah terdampak.
#BNPB #Aceh #Sumatra #TitikTengah #TitikCerah #Inilahcom





