Camat Balocci Tegaskan Komitmen Mitigasi Bencana Saat Membuka FGD di Kampung Mellenge

PANGKEP-KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com,Balocci, Pangkep — Camat Balocci Firmansyah Nur kembali menunjukkan komitmen kuat pemerintah kecamatan dalam membangun wilayah yang siaga dan tangguh bencana. Hal ini ditandai dengan dibukanya kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Mitigasi Bencana yang berlangsung di Kampung Mellenge, Kelurahan Balocci Baru, pada Minggu (7/12/2025).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kecamatan Balocci untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui pemetaan risiko bencana berbasis data, kajian akademis, serta pelibatan aktif pemerintah, lembaga teknis, dan masyarakat.

FGD ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Kecamatan Balocci dengan Tim Kajian Mitigasi Bencana Provinsi Sulawesi Selatan. Turut hadir dalam kegiatan ini Lurah Balocci Baru Maryam, S.Pd., MM., jajaran Bappe Litbangda Provinsi Sulawesi Selatan yakni Rosmala Dewi, ST., S.MSi dan Rizky Widyasavi Syam, ST., M.Si, serta perwakilan akademisi LPPN Unhas Dr. Ardy Arsyad. Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, dan unsur kelembagaan lokal juga berperan aktif dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Camat Balocci Firmansyah Nur menegaskan bahwa mitigasi bukan hanya berkaitan dengan respons setelah bencana, melainkan harus dimulai dari perencanaan matang sebelum bencana mungkin terjadi.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menyiapkan masyarakat, data, sistem, dan strategi bahkan sebelum bencana terjadi. Kecamatan Balocci memiliki topografi yang beragam, sehingga pemetaan risiko adalah langkah krusial untuk menghindari keterlambatan penanganan,” tegas Firmansyah.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak kecamatan telah melakukan pemantauan awal terhadap beberapa titik rawan longsor yang ada di wilayah Balocci sebagai bagian dari tindakan preventif.

Selain itu, dirinya menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor—baik pemerintah provinsi, akademisi, maupun masyarakat—akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem mitigasi yang berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi, perwakilan dari Bappe Litbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Rosmala Dewi, menegaskan bahwa FGD menjadi bagian dari penyusunan dokumen resmi mitigasi bencana yang nantinya dijadikan acuan kebijakan pemerintah.

“Data lapangan dan masukan masyarakat sangat penting dalam menyusun kebijakan mitigasi bencana. Kami berharap kegiatan ini menjadi pintu sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Dr. Ardy Arsyad dari LPPN Unhas yang menekankan pentingnya pendekatan berbasis riset dalam mengidentifikasi ancaman bencana dan menentukan langkah antisipasi sesuai karakteristik wilayah.

Lurah Balocci Baru, Maryam, S.Pd., MM menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini dan berharap masyarakat tidak hanya menunggu arahan, tetapi berpartisipasi aktif.

“Kami tidak ingin masyarakat hanya menjadi objek bencana. Dengan edukasi yang tepat, masyarakat bisa menjadi subjek dan bagian penting dalam mitigasi,” ujarnya.

FGD berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, pemetaan titik rawan, diskusi solusi, dan penyusunan tindak lanjut.

Kegiatan ditutup dengan pembentukan tim tindak lanjut yang bertugas melakukan penyusunan data, pemetaan risiko, serta penyusunan strategi resmi mitigasi bencana di Kecamatan Balocci.

Dalam penutupannya, Firmansyah menegaskan bahwa agenda mitigasi ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“Ini bukan hanya kegiatan satu hari atau formalitas. Ini awal dari kerja besar menuju Balocci yang siaga, sadar risiko, dan siap menghadapi bencana kapan pun,” tegasnya.

Dengan terlaksananya FGD ini, Kecamatan Balocci semakin menunjukkan arah menuju tata kelola mitigasi bencana yang modern, responsif, dan berbasis kolaborasi antar unsur pemerintah dan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *