JENEPONTO – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Momentum Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2025 menjadi ajang penting bagi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Jeneponto untuk mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut masyarakat, khususnya generasi usia sekolah. Bertempat di area wisata Permandian Kassi-Kassi, Kecamatan Rumbia, Selasa (18/11/2025) pukul 10.00 WITA, PDGI menggelar rangkaian kegiatan bakti sosial yang melibatkan lebih dari 300 siswa SD, SMP, serta santri dari dua pesantren di wilayah Desa Kassi.

Acara yang mengusung tema nasional “Gizi Sehat, Senyum Indonesia” ini dibuka secara resmi oleh Ketua PDGI Cabang Jeneponto, drg. Syamsinar, M.Kes, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata tanggung jawab organisasi profesi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Ia menekankan pentingnya memberikan edukasi sejak dini agar anak-anak memiliki kesadaran mandiri dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
“Bakti sosial BKGN ini adalah wujud kepedulian kami kepada siswa-siswi SD dan SMP di Desa Kassi. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pemahaman yang benar tentang cara merawat gigi, serta memberikan pengalaman langsung melalui kegiatan sikat gigi massal dan pemberian topikal fluoride,” ujar Syamsinar kepada Tim KLTV Indonesia.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi penyuluhan mengenai pentingnya kebersihan gigi dan mulut, bahaya konsumsi gula berlebih, serta dampak jangka panjang bila kebiasaan menjaga kebersihan rongga mulut tidak dilakukan sejak usia dini. Dokter gigi yang hadir tak hanya memberikan materi secara teoritis, namun juga mempraktikkan metode menyikat gigi yang tepat mengikuti pedoman Kementerian Kesehatan.
Sesi berikutnya adalah sikat gigi massal, yang menjadi pusat perhatian seluruh peserta. Didampingi dokter dan perawat gigi, ratusan anak tampak antusias mempraktikkan teknik yang mereka pelajari. Suasana meriah dan edukatif ini menjadi gambaran bahwa pendekatan kesehatan dapat dilakukan secara menyenangkan tanpa mengurangi esensi ilmiah yang ingin disampaikan.

Tak berhenti di situ, PDGI juga melakukan pemberian topikal fluoride, sebuah langkah preventif penting untuk memperkuat lapisan email gigi dan mencegah terjadinya karies. Fluoride topikal dikenal sebagai metode efektif untuk menekan tingkat kerusakan gigi pada anak-anak, terutama mereka yang berada di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas.
“Kami ingin kegiatan ini memberi dampak nyata. Fluoride adalah salah satu bentuk perlindungan dini yang sangat diperlukan anak usia sekolah,” jelas Syamsinar.
Dalam kesempatan tersebut, PDGI juga memberikan makanan gratis kepada para peserta sebagai bagian dari edukasi gizi seimbang. Program ini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menegaskan bahwa kesehatan mulut tidak bisa dipisahkan dari nutrisi yang baik.
“Kami ingin membangun semangat dan motivasi anak-anak. Mereka bukan hanya diedukasi, tetapi juga diperhatikan kebutuhan gizinya,” tambahnya.

Kegiatan BKGN 2025 di Desa Kassi turut dihadiri Asisten II mewakili Camat Rumbia, para kepala UPT SD dan SMP, kepala desa setempat, serta para dokter gigi dari seluruh wilayah Kabupaten Jeneponto. Kehadiran unsur pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat memperlihatkan adanya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan gigi masyarakat.
Syamsinar menegaskan bahwa BKGN bukan sekadar agenda tahunan, melainkan upaya berkelanjutan PDGI untuk mendekatkan layanan kesehatan gigi hingga ke pelosok daerah. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan gigi anak-anak Jeneponto.
“Ini bagian dari tugas kami sebagai dokter gigi. Kami ingin memberikan kontribusi terbaik untuk dunia pendidikan dan masa depan anak-anak di Kabupaten Jeneponto,” tutupnya.
Dengan terselenggaranya BKGN 2025, PDGI Cabang Jeneponto kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya Jeneponto yang bahagia, sehat, dan berdaya saing, melalui langkah-langkah preventif yang sederhana namun berdampak besar bagi generasi penerus daerah.
Penulis: Ikbal Nakku
Media KLTV INDONESIA





