Aksi Divisi Kebudayaan Laskar 99 Bawakaraeng Melalui Tim Seni Barakka’na Monta Bassia Bikin Penonton Menjerit! Pernikahan Putri Saipul Jadi Atraksi Budaya Spektakuler Menyita Perhatian

 

JENEPONTO – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com-— Pernikahan putri Saipul, salah satu anggota Laskar99 Bawakaraeng, berubah menjadi pagelaran budaya spektakuler yang memukau ratusan tamu undangan. Acara yang berlangsung pada Minggu, 16 November 2025, di Karampang Pa’ja, Desa Borongtala, Kecamatan Tamalatea, menghadirkan perpaduan sakral adat anggaru’ dan aksi budaya ekstrem oleh Tim Seni Barakka’na Monta Bassi dari Divisi Kebudayaan DPP Laskar 99 Bawakaraeng.

 

Prosesi penjemputan mempelai pria, Muh Dandi Dg. Rate, dibuka dengan anggaru’ yang dibawakan oleh Cillong, anggota DPD Jeneponto yang baru pertama kali tampil pada momen resmi. Meski perdana, lantunan syairnya yang kuat dan penuh karakter langsung menciptakan suasana khidmat, menandai dimulainya sebuah acara istimewa.

Setelah itu, panggung budaya mulai hidup. Tim Seni Barakka’na Monta Bassi tampil dengan suguhan aksi ekstrem yang dipimpin Firman Dg. Sewang, didampingi Baharuddin Dg. Coa dan Dg. Nrate. Setiap aksi disajikan secara dramatis, memancing jeritan, kagum, hingga tepuk tangan panjang dari para penonton.

Yang membuat penampilan semakin megah adalah suasana musik tradisional dan syair khas Laskar 99 Bawakaraeng yang dipandu langsung oleh Ridwan Dg. Iwan. Alunan ritmis alat musik tradisi bercampur dengan syair semangat khas pegunungan Bawakaraeng membuat setiap gerakan Tim Barakka’na Monta Bassi tampak hidup, bertenaga, dan penuh aura magis. Seluruh area acara seolah tersihir dalam nuansa adat yang kuat dan memukau.

Ridwan Dg. Iwan — mantan Ketua DPD Jeneponto yang kini menjabat Ketua Divisi Ketahanan Nasional Organisasi dan Negara DPP Laskar99 — tidak hanya mengawal jalannya atraksi, tetapi juga memimpin atmosfir budaya melalui syair dan tempo musik yang mengangkat daya magis pertunjukan.

 

 

Dalam wawancaranya bersama KLTV Indonesia, Ridwan menegaskan pentingnya seni warisan leluhur tersebut.

> “Barakka’na Monta Bassia bukan sekadar pertunjukan. Ini adalah seni budaya yang mengandung nilai luhur. Tugas kami memastikan semua berjalan aman, tertib, dan tetap menjadi identitas kebudayaan masyarakat kita,” ujarnya.

 

Ratusan anggota Laskar99 Bawakaraeng turut hadir memadati area hajatan, memberikan dukungan penuh dan menunjukkan solidaritas organisasi terhadap kegiatan budaya dan kekeluargaan.

Salah satu momen paling menegangkan terjadi ketika Mustafa Dg. Tutu, Kepala Dusun setempat, ditarik ke panggung untuk dilibatkan dalam salah satu atraksi. Suasana langsung memanas ketika parang diarahkan dalam aksi ekstrem, membuat penonton menjerit sebelum akhirnya menyadari bahwa semua berada dalam kendali para seniman terlatih. Tak lebih lagi Sorakan ketika Aksi yang diperagakan Sahabuddin Dg. Nganro dan Baharuddin dg Coa juga menambah adrenalin dan dramatisasi panggung.

Ketua Umum DPP Laskar 99 Bawakaraeng, Ibnu Hajar, saat dikonfirmasi KLTV Indonesia, memberikan dukungan penuh terhadap Divisi Kebudayaan.

 “Kami mendukung sepenuhnya Tim Barakka’na Monta Bassi yang dipimpin Firman Sewang. Atraksi budaya seperti ini harus dilestarikan karena merupakan warisan leluhur dengan nilai-nilai luhur yang wajib dijaga,” tegasnya.

 

Di tengah hiruk pikuk pertunjukan budaya, inti acara tetap berjalan penuh berkah. Kedua mempelai, Nuraini Saipul dan Muh Dandi Dg. Rate, menerima doa restu dari keluarga besar dan seluruh tamu undangan.

Perpaduan antara adat anggaru’, musik tradisional, syair Laskar99, dan aksi budaya Barakka’na Monta Bassi membuat pernikahan ini menjadi salah satu hajatan paling megah, dramatis, dan tak terlupakan di wilayah Tamalatea.

Penulis: ANGGA 99 — KLTV Indonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *