Klivetvindonesia.com Siborong-borong – Warga Desa Bahal Batu II, Kecamatan Siborong-borong Kabupaten Tapanuli Utara, mengungkapkan keresahan mereka atas dampak limbah peternakan babi yang diduga mencemari lingkungan. Berbagai keluhan disampaikan, mulai dari sumber air yang berbau tidak sedap, gangguan kesehatan berupa gatal-gatal pada kulit, hingga dampak buruk terhadap hasil pertanian. Pada saat musim hujan, bau menyengat dari kotoran babi ini semakin parah dan mencemari udara.
Menurut beberapa warga, saat ditemuai awak media, limbah peternakan tersebut ditampung kedalam waduk buatan di belakang kandang jika musim hujan tiba, bau menyengat sangat menggangu permukiman warga.Salah satu warga HS, menjelaskan bahwa limbah ini telah menyebabkan alergi dan gatal-gatal . “Pak (HS), yang tidak jauh tempat tinggal merasa kan, sekujur tubuhnya gatal-gatal dan bentol-bentol. Sampai sekarang belum sembuh meskipun sudah berobat ke mana-mana,” ujarnya saat ditemui di lokasi pembuangan limbah, kamis (30/10/2025).
Keluhan serupa disampaikan oleh warga lain yang mengaku sudah melaporkan persoalan ini ke berbagai pihak, termasuk Pemerintah Desa Bahal Batu II, Muspika Bantur, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Taput. belum ada melakukan tindakan dan memberi sanksi terhadap pengusaha ternak babi tersebut.
Warga juga menyampaikan indikasi limbah babi terus terjadi mulai dari pencemaran sumber mata air dan menyatakan air tersebut tidak layak konsumsi, yang menimbulkan keresahan warga .
“Air menjadi tidak layak konsumsi, tanaman kami terganggu, dan kesehatan kami juga terdampak. Kami ingin peternakan ini segera ditutup karena limbahnya mencemari sumber mata air yang kami andalkan,” ujar seorang warga berinisial S dengan penuh kekesalan.
Terpisah laporan warga mengenai kandang babi milik juntak warga pakam awak media melakukan penelusuran di lokasi namun sayang pihak pengusaha berupaya menyuap wartawan dan menghalang – halang wartawan melakukan liputan.
Informasi yang dihimpun dari salah satu karyawan pekerja kandang menyebutkan terdapat luas kandang hampir mencapai 2 hektar lebih dengan kapasitas dengan ternak babi 1000 ekor k mana lokasi ternak babi merupakan milik juntak.
” Ternak babi luas nya 2 hektar setengah pemilik nya warga pakam kami di sini orang kepercayaan dan pekerja disini bang,”ucap pekerja ternak babi.
Tak hanya itu saja adapun keterangan yang di berikan warga mengatakan bahwa waduk penampungan limbah tersebut yang sudah lama beroperasi tidak pernah penuh ada dugaan waduk tersebut bocor menyebabkan pencemaran sumber air tanah yang kami gunakan bau.Kami juga akan melakukan demo ke pengusaha dan ke pemerintah desa agar ternak babi tersebut segera di tutup.
” Waduk yang lusanya 20×30 untuk menampung limbah babi tidak penuh-penuh sementara ternak babi sudah berjalan cukup lama ada dugaan waduk tersebut bocor sehingga air tanah yang kami konsumsi bau,kami juga akan melakukan unjuk rasa jika pihak pemerintah tidak segera melakukan tindakan,”ujar warga
Warga berharap Pemerintah Desa Bahal batu II, Kecamatan Siborong-borong dan Polres Taput, serta instansi terkait segera mengambil tindakan tegas untuk mengatasi permasalahan ini. Langkah konkret sangat diharapkan untuk menghentikan pencemaran lingkungan, melindungi kesehatan warga, serta memulihkan ekosistem yang terdampak.
Desa Bahal batu II merupakan wilayah dengan potensi sumber daya alam dan pertanian yang kaya. Masyarakatnya menggantungkan hidup pada kelestarian lingkungan untuk menjaga kualitas hidup dan keseimbangan ekosistem.





