Proyek Jembatan Tani di Kampung Rising Diduga “Proyek Siluman”, Warga Biraeng Resah Karena Pekerjaan Terhenti Dua Bulan TIdak di kerja

PANGKEP-KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com,Pangkep, Rabu (22/10/2025) — Warga Kampung Rising, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), mengeluhkan mandeknya pembangunan jembatan tani di wilayah mereka. Proyek yang diduga tidak memiliki kejelasan sumber dan pelaksanaannya ini bahkan disebut-sebut sebagai “proyek siluman”, karena hingga kini tidak terdapat papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.

Berdasarkan pantauan warga, pekerjaan tersebut telah mengendap lebih dari dua bulan tanpa aktivitas apa pun. Material dan bekas galian dibiarkan begitu saja, sementara pekerja maupun pengawas proyek sudah lama tidak terlihat. Akibatnya, akses jalan tani yang biasanya digunakan petani untuk membawa hasil panen kini tidak dapat dilalui traktor maupun kendaraan roda empat.

Warga menyebut, jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas pertanian. Sebelumnya, petani dapat menyeberangi sungai kecil menggunakan jembatan lama yang kini sudah dibongkar. Namun karena proyek baru belum rampung, masyarakat terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh, bahkan berisiko ketika musim hujan tiba.

Selain lamanya proyek yang terhenti, tidaknya terpasang papan proyek menjadi sorotan warga. Mereka mempertanyakan transparansi pelaksanaan pekerjaan tersebut, mulai dari asal anggaran, nama kontraktor, hingga waktu pelaksanaan proyek.

“Biasanya proyek pemerintah itu ada papan informasi di lokasi, tapi ini tidak ada sama sekali. Makanya kami bertanya-tanya, proyek ini resmi atau tidak, dari mana anggarannya, dan siapa yang bertanggung jawab,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan warga Kampung Rising. Mereka berharap pemerintah daerah, khususnya pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pangkep, segera meninjau dan memberikan kejelasan terkait proyek tersebut.

“Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut. Ini menyangkut kepentingan banyak warga tani. Kami hanya ingin proyek ini segera dilanjutkan agar bisa dimanfaatkan,” tambah warga lainnya

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak pelaksana maupun instansi teknis yang memberikan klarifikasi resmi. Warga berharap, pemerintah daerah dapat menindaklanjuti dugaan proyek siluman ini dan memastikan semua kegiatan pembangunan berjalan sesuai aturan, transparan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pedesaan di Pangkep.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *