JENEPONTO – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-– Sebuah gebrakan inspiratif lahir dari kolaborasi antara mahasiswa Kampus Yafnas Jeneponto dan Pemerintah Kelurahan Empoang. Melalui program unggulan bertajuk “Pembangunan Miniatur Rumah Ibadah Menuju Jeneponto Bahagia”, inisiatif ini tidak hanya menonjolkan nilai spiritualitas, tetapi juga menggugah semangat kebersamaan dan kebersihan lingkungan di jantung ibu kota Kabupaten Jeneponto.

Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Lurah Empoang Kota, Andika, S.Sos., M.M., yang menilai langkah ini sebagai wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan dalam membangun kesadaran sosial. “Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa Yafnas Jeneponto atas kerja nyatanya. Program ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu berperan langsung dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan masyarakat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/10/2025).
Menurut Andika, miniatur rumah ibadah yang dibangun ini tidak hanya menjadi simbol toleransi dan keberagaman, tetapi juga menggambarkan tekad masyarakat Empoang untuk hidup berdampingan secara harmonis. Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan menjadi contoh bagi seluruh kelurahan di Kabupaten Jeneponto agar lebih aktif menciptakan inovasi berbasis lingkungan dan sosial.
Selain aspek pembangunan fisik, kegiatan ini juga disertai dengan gerakan kebersihan lingkungan kantor kelurahan. “Kantor kelurahan adalah wajah dari sebuah wilayah. Maka sudah sepatutnya kita memberikan contoh terbaik bagi masyarakat dan kelurahan lain di Jeneponto,” tutur Andika.
Pemerintah Kabupaten Jeneponto pun disebut akan memberikan apresiasi kepada Kelurahan Empoang atas inisiatif dan komitmen mereka dalam mendukung program pembangunan yang bersifat edukatif dan bernilai sosial tinggi. Langkah ini diharapkan memotivasi lurah-lurah lain untuk melakukan hal serupa.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Yafnas Jeneponto menyampaikan bahwa pembangunan miniatur rumah ibadah merupakan bagian dari program kampus unggulan berbasis karakter dan sosial kemasyarakatan. Melalui kegiatan ini, mereka ingin menanamkan nilai toleransi, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Program ini bukan sekadar proyek kampus, tapi wujud nyata kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin meninggalkan jejak positif di Jeneponto melalui karya yang bermanfaat,” ungkap salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kerja sama antara mahasiswa dan pihak kelurahan ini disambut antusias oleh warga sekitar. Banyak yang menilai program tersebut mampu menciptakan suasana harmonis dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan. Dengan semangat kebersamaan itu, Kelurahan Empoang kini mulai dikenal sebagai pionir dalam mewujudkan konsep Jeneponto Bahagia melalui aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor.
Sebagai penutup, Lurah Empoang menegaskan bahwa pihaknya akan terus membuka ruang bagi ide-ide kreatif dari kalangan muda. “Kami yakin, ketika masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah bersatu, maka cita-cita menuju Jeneponto yang bersih, sejahtera, dan bahagia bukan hanya slogan, tetapi kenyataan,” tandasnya.
Penulis: Ikbal Nakku | Editor: Tim Redaksi KLTV Indonesia





