JENEPONTO – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-– Dengan senyum semangat dan penuh optimisme, Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, S.E., M.M., secara resmi melaunching perdana stek atau bibit ubi jalar unggulan di Balai Pertanian Petani Milenial Desa Bonto Tiro, Kecamatan Rumbia, Senin (20/10/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) 2025, yang digagas untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan.

Program ini tak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Jeneponto, tetapi juga simbol kolaborasi antara Dinas Pertanian Jeneponto, Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, serta Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bibit ubi jalar tersebut diproduksi oleh Pusat Pelatihan Pendamping Pertanian Swadaya (P4S) binaan Dinas Pertanian Jeneponto, bekerja sama dengan CV Reski Tani sebagai produsen benih dan penyalur resmi ke 16 kabupaten di Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, Bupati Paris Yasir menegaskan bahwa peluncuran perdana bibit ubi jalar ini merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian pangan daerah.
“Program ini bukan hanya tentang menanam ubi jalar, tapi menanam harapan. Harapan agar petani kita menjadi sejahtera dan mampu bersaing di era modern menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Paris Yasir juga menambahkan bahwa pemerintah Kabupaten Jeneponto berkomitmen menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. “Kami ingin Jeneponto menjadi pusat penghasil bibit unggul di Sulawesi Selatan. Dengan kerja sama lintas sektor, hasilnya akan dirasakan bukan hanya oleh masyarakat Jeneponto, tapi juga oleh petani di Bone, Bulukumba, Gowa, Selayar, Sinjai, Pangkep, Barru, Sidrap, hingga seluruh wilayah Sulsel,” jelasnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan para petani milenial yang hadir. Mereka melihat program ini sebagai peluang besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor agribisnis. Ubi jalar, yang dikenal memiliki nilai ekonomi tinggi, diharapkan mampu menjadi komoditas andalan baru bagi petani Sulawesi Selatan.
Selain itu, bibit ubi jalar yang diluncurkan memiliki kualitas unggul—tahan terhadap penyakit, cepat panen, dan bernilai gizi tinggi—sehingga cocok untuk dikembangkan dalam program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Program ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan agar lebih produktif dan bernilai ekonomi.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Jeneponto, kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.
“Ubi jalar bukan sekadar tanaman tradisional, tetapi simbol dari kemandirian pangan rakyat. Melalui gerakan ini, kami ingin melahirkan petani milenial yang adaptif, inovatif, dan mandiri,” tuturnya.
Keterlibatan generasi muda, khususnya petani milenial, menjadi fokus utama dalam program ini. Pemerintah daerah berharap, dengan pendampingan yang berkelanjutan, para petani muda mampu memanfaatkan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Sebagai penutup, Bupati Paris Yasir mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga semangat gotong royong dalam mengembangkan pertanian Jeneponto dan Sulsel.
“Mari kita jadikan pertanian sebagai sumber kebanggaan, bukan hanya profesi. Karena dari tanah inilah lahir kesejahteraan bangsa,” tandasnya penuh semangat.
Penulis: Ikbal Nakku | Editor: Tim Redaksi KLTV Indonesia





