GOWA – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-— Dalam upaya menanamkan nilai kedisiplinan sekaligus memperkuat karakter religius peserta didik, SMAN 7 Gowa di Kecamatan Tompobulu menerapkan program unik: setiap siswa yang datang terlambat wajib menghafal lima juz Al-Qur’an. Kebijakan ini menjadi perhatian publik karena dinilai mampu menyeimbangkan antara pembentukan akhlak dan peningkatan mutu pendidikan.

Plt. Kepala UPT SMAN 7 Gowa, Muh. Suaib, dalam wawancara bersama Jurnalis Sulsel dari KLTV Indonesia pada Senin (13/10/2025) siang, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi program Gubernur Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini kami lakukan untuk menumbuhkan kedisiplinan siswa. Bagi yang terlambat, bukan diberi sanksi fisik, tapi diarahkan untuk menghafal Al-Qur’an lima juz. Ini sejalan dengan visi pendidikan karakter di Sulsel,” ujarnya.
Menurut Muh. Suaib, kegiatan tersebut berjalan lancar berkat kerja sama antara para guru dan pihak sekolah. Ia menambahkan bahwa program ini telah memberikan dampak positif, terutama dalam membentuk kebiasaan belajar yang lebih disiplin serta memperkuat nilai-nilai spiritual di kalangan siswa.
“Kami melihat semangat siswa meningkat. Mereka tidak hanya belajar akademik, tapi juga mendalami nilai-nilai agama. Jadi, kedisiplinan mereka tumbuh bukan karena takut dihukum, tetapi karena kesadaran diri,” tambahnya.
Selain itu, pihak sekolah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah provinsi dan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan atas dukungan yang telah diberikan. Namun, Muh. Suaib berharap masih ada perhatian lebih terhadap fasilitas sekolah, terutama pembangunan pagar sekolah yang belum rampung.
“Sekolah kami ini memiliki lahan sekitar dua hektar, tapi baru sekitar 100 meter yang berpagar, itu pun dari dana aspirasi tahun 2002. Jadi kami berharap ada bantuan untuk menyelesaikan pagar agar siswa lebih aman dan tidak mudah bolos,” tegasnya.
Kondisi sekolah yang berada di jalur poros juga menjadi tantangan tersendiri. Karena letaknya strategis, banyak siswa yang tergoda untuk keluar dari area sekolah ketika tidak ada pagar pembatas yang memadai.
“Inilah sebabnya kami mengajukan bantuan pagar sekolah. Selain menjaga keamanan, ini juga bagian dari penegakan disiplin agar siswa fokus belajar di lingkungan yang tertutup dan terkendali,” jelasnya.
Lebih lanjut, Muh. Suaib juga menyinggung soal pengelolaan dana BOS Kinerja yang telah diterima sekolah dalam tiga tahun terakhir. Dana tersebut, menurutnya, digunakan sepenuhnya untuk peningkatan kompetensi guru, termasuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan.
“Kami ingin guru-guru kami terus berkembang. Karena mutu pendidikan tidak hanya diukur dari fasilitas, tetapi juga dari kualitas tenaga pendidiknya,” ungkapnya.

Program kedisiplinan dan hafalan Al-Qur’an ini pun mendapat respons positif dari para guru dan orang tua siswa. Banyak yang menilai kebijakan ini menjadi bentuk inovasi pendidikan karakter di tengah tantangan era digital. Selain menanamkan tanggung jawab dan ketepatan waktu, siswa juga mendapatkan nilai spiritual yang memperkuat kepribadian mereka.
Dengan semangat perubahan dan kolaborasi bersama pemerintah provinsi, SMAN 7 Gowa bertekad menjadi sekolah berprestasi yang tak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam membentuk generasi berkarakter Qur’ani. Seperti yang disampaikan Muh. Suaib,
“Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan. Dan jika disiplin bisa ditanamkan melalui hafalan Al-Qur’an, maka kita sedang menanamkan ilmu sekaligus iman.”
Penulis: Ikbal Nakku – KLTV INDONESIA
Editor: Tim Redaksi KLTV Indonesia





