PANGKEP-KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com,
Pangkep, Sulsel — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 Desa Panaikang, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), mencapai puncaknya pada Minggu, 12 Oktober 2025, dengan digelarnya final lomba pacuan kuda yang berlangsung meriah di area persawahan desa. Kegiatan tahunan yang menjadi ikon budaya masyarakat ini dihadiri ribuan warga dari berbagai dusun dan desa sekitar. Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan tampak jelas ketika derap langkah kuda berpacu di lintasan berlumpur diiringi sorak sorai penonton yang memenuhi area. Kemeriahan ini menjadi wujud nyata antusiasme masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah mengakar kuat di Desa Panaikang.
Kegiatan pacuan kuda tahun ini diselenggarakan atas inisiatif Pemerintah Desa Panaikang bersama para pemuda setempat, dengan dukungan berbagai pihak yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan acara. Sejak sore hari, warga sudah berdatangan membawa keluarga untuk menyaksikan jalannya lomba yang menampilkan para joki muda penuh semangat. Selain menjadi ajang hiburan rakyat, kegiatan ini juga menumbuhkan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat yang melihat tradisi leluhur mereka terus dilestarikan di tengah arus modernisasi. Beragam pedagang dan pelaku UMKM lokal juga memanfaatkan momen tersebut, menambah semarak sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa.

Dalam kegiatan tersebut hadir sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pangkep H. Muh. Lutfi Hanafi, S.E., Kapolres Pangkep, Kapolsek Minasatene IPTU Muh. Ilyas, S.M., Danramil Minasatene, serta Kepala Desa Panaikang Muh. Arif, S.E.. Dalam sambutannya, H. Muh. Lutfi Hanafi menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan kreativitas masyarakat Desa Panaikang. Menurutnya, pacuan kuda bukan hanya sekadar ajang hiburan rakyat, melainkan cerminan nilai-nilai sportivitas, kerja keras, dan gotong royong yang menjadi karakter masyarakat pedesaan. Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan yang mampu memperkuat budaya dan solidaritas sosial masyarakat.
Lutfi juga menilai bahwa kegiatan pacuan kuda memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda wisata tahunan berbasis budaya. Ia berharap pemerintah desa dapat menjadikannya sebagai bagian dari promosi wisata lokal yang berkelanjutan. “Selain melestarikan tradisi lokal, kegiatan seperti ini juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar. Kami di DPRD Pangkep siap memberikan dukungan terhadap langkah-langkah inovatif dari pemerintah desa yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Lutfi. Ia pun mengapresiasi sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat yang berhasil menjaga keamanan serta ketertiban selama acara berlangsung.

Setelah melewati persaingan yang ketat, panitia mengumumkan hasil lomba pacuan kuda tahun 2025. Untuk Kelas Umum, Juara 1 diraih oleh Putra Bone, Juara 2 Lukis, dan Juara 3 Binta Bone. Sementara untuk Kelas A (Final), Juara 1 Angin Timur, Juara 2 Bintang Bone, dan Juara 3 Yammar Petir. Adapun Kelas B (Final) dimenangkan oleh Kaula Mas (Juara 1), Inova (Juara 2), dan Putra Salju (Juara 3). Para pemenang menerima hadiah serta penghargaan dari panitia dan tamu undangan, disambut tepuk tangan meriah dari masyarakat yang hadir. Sorak kemenangan para joki muda menambah warna kebahagiaan dalam suasana perayaan yang penuh rasa syukur.






