JENEPONTO – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-— Suasana Dusun Bontojai, Desa Bontojai, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto mendadak panik, Rabu (8/10/2025) pagi. Asap hitam pekat membubung tinggi saat rumah milik Irsanuddin Ani dilalap si jago merah sekitar pukul 09.00 WITA. Warga sekitar pun berhamburan keluar rumah berusaha membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Kebakaran hebat itu bermula dari korsleting listrik di lantai bawah rumah. Api dengan cepat menjalar ke bagian garasi hingga melahap satu unit motor dan mobil open cup milik korban. Bodi mobil tampak gosong, sementara dua motor lainnya mengalami kerusakan berat .
“Kejadiannya sangat cepat, kami hanya bisa menyelamatkan sebagian barang di lantai atas,” tutur Irsanuddin dengan nada pilu saat ditemui tim KLTV Indonesia di lokasi kejadian.

Petugas pemadam kebakaran baru tiba beberapa saat setelah api membesar. Warga sempat kesal karena lambatnya penanganan, apalagi jarak dari kota Jeneponto ke Desa Bontojai cukup jauh. Beruntung, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke rumah warga lainnya, meski kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Menanggapi kejadian ini, Ketua DPD Laskar 99 Bawakaraeng Jeneponto, M. Ridwan Dg. Iwan, turut angkat bicara. Ia menyayangkan masih seringnya keterlambatan mobil pemadam saat terjadi musibah di wilayah pedesaan.
“Kami sangat prihatin. Ketika rumah warga sudah hangus rata dengan tanah, baru mobil pemadam datang. Seharusnya mobil pemadam itu menjadi penolong, bukan datang setelah semuanya terlambat,” tegas Ridwan dengan nada kecewa.
Ridwan kemudian menyerukan agar pemerintah daerah, khususnya Bupati Jeneponto, Baiknya melakukan pengadaan mobil pemadam kebakaran di setiap desa. Menurutnya, langkah ini penting agar penanganan musibah bisa cepat, efektif, dan tidak menimbulkan opini warga yang negatif.
“Kami dari Laskar 99 Bawakaraeng akan terus mendorong adanya solusi nyata. Jangan sampai masyarakat di pelosok harus kehilangan harta benda hanya karena jarak pemadam terlalu jauh,” ujarnya tegas.
Sementara itu, Kepala Desa Bontojai Muh. Sahrir, S.E., turut menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warganya. Ia berharap ada evaluasi sistem tanggap darurat agar kejadian serupa tak lagi terulang.
“Kami sangat berduka. Ke depan, kami berharap pemerintah kabupaten dapat menyediakan sarana penanganan cepat, agar setiap kejadian bisa ditangani secara efisien,” ucapnya.
Musibah kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya korsleting listrik. Warga diimbau rutin memeriksa instalasi rumah dan menghindari penggunaan kabel bertumpuk agar tidak memicu percikan api.

Kini, puing-puing rumah dan kendaraan Roda dua yang Hangus,Body Mobil yang Gosong milik Irsanuddin masih menjadi saksi bisu betapa cepatnya api bisa mengubah kehidupan seseorang. Namun dari balik kepedihan itu, tersimpan harapan baru agar ke depan, penanganan kebakaran di Jeneponto lebih sigap, terencana, dan berpihak kepada keselamatan rakyat.
PENULIS: Dg Iwan





