Kunjungan Ashari ke Lapas Takalar: Dorong Mantan Napi Jadi Teladan dan Inspirasi Perubahan di Sulsel 

TAKALAR – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com-— Dalam upaya membangun kesadaran dan perubahan perilaku bagi mantan narapidana, Lapas Kota Makassar melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Takalar, Rabu (8/10/2025) sore. Kegiatan yang berlangsung di depan Rumah Jabatan Ketua DPRD Takalar, Kecamatan Pattallassang, ini menjadi momentum penting dalam pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan yang telah kembali ke masyarakat kota.

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antar lembaga pemasyarakatan di Sulawesi Selatan, sekaligus memberi dorongan moral kepada para mantan narapidana agar mampu menjadi contoh yang baik setelah bebas dari masa tahanan. Lapas Takalar dinilai sebagai model kedisiplinan dan pembinaan karakter yang dapat menjadi inspirasi bagi lembaga lain di daerah.

Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Lapas Takalar, Ashari, memberikan arahan yang menyentuh hati. Ia menekankan bahwa kebebasan bukan berarti akhir dari pembinaan, tetapi awal dari perjalanan baru untuk memperbaiki diri dan berkontribusi bagi lingkungan.

“Yang sudah bebas harus mampu memanfaatkan kebebasan dengan bijak. Jangan kembali pada kesalahan yang sama, tapi jadilah teladan bagi masyarakat sekitar,” ujar Ashari kepada Tim KLTV Indonesia.

Ashari dikenal luas sebagai sosok panutan dan pemimpin yang berintegritas tinggi. Pria yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Informatika di Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan ini juga dikenal religius dan tegas dalam memimpin. Saat menjabat sebagai Kalapas Takalar, ia sukses menanamkan nilai-nilai moral, kedisiplinan, serta pembinaan berbasis spiritual bagi warga binaan, menjadikan Lapas Takalar salah satu lembaga yang paling berkarakter di wilayah Sulsel.

Ia menambahkan, pengalaman di dalam sel tahanan seharusnya menjadi pelajaran berharga tentang makna kebebasan, tanggung jawab, dan penyesalan. Melalui kegiatan seperti ini, Lapas Kota Makassar ingin menumbuhkan kesadaran sosial di kalangan mantan warga binaan agar mereka tidak lagi terjebak dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Lapas Takalar adalah contoh nyata bagaimana pembinaan bukan hanya soal hukuman, tapi soal perubahan. Kami ingin mantan narapidana memahami bahwa hidup di luar sana menuntut mereka untuk berbuat lebih baik dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Ashari.

Selain memberikan motivasi, tim dari Lapas Makassar juga menyampaikan rencana lanjutan berupa sosialisasi dan pelatihan keterampilan bagi para mantan narapidana di Takalar. Program ini diharapkan dapat membantu mereka menemukan jalan hidup baru yang produktif dan mandiri, sekaligus memperkuat kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Ashari juga mengungkapkan apresiasinya terhadap para petugas lapas yang tetap peduli terhadap mantan warga binaan, meskipun mereka telah bebas.

“Kegiatan ini sangat positif. Semoga bisa menjadi rutinitas di Sulsel, terutama di Takalar, sebagai daerah yang semakin maju dalam pembinaan sosial di tahun 2025 ini,” tambahnya.

Kegiatan sore itu berlangsung hangat dan penuh makna. Para peserta yang hadir tampak antusias mendengarkan arahan serta berbagi pengalaman hidup pasca-tahanan. Suasana kekeluargaan terasa kental, menandakan bahwa semangat pemasyarakatan bukan hanya berlaku di dalam tembok lapas, tetapi juga di tengah masyarakat.

Melalui kunjungan ini, Lapas Kota Makassar dan Lapas Takalar menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan sistem pembinaan yang lebih manusiawi dan berorientasi pada perubahan. Harapannya, semakin banyak mantan narapidana yang bisa bangkit dan menjadi bagian dari solusi sosial di Sulawesi Selatan.

Penulis: Ikbal Nakku
Editor: Redaksi KLTV Indonesia

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *