Ketua Komisi II DPRD Pangkep H. Muh. Lutfi Hanafi, S.E. Apresiasi Inovasi dan Semangat Warga Desa Panaikang dalam Lomba Balap “Taxi Gabah” 2025

PANGKEP-KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com,Pangkep, Sulsel– Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 Desa Panaikang, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah Lomba Balap “Taxi Gabah” 2025, yang digelar di Sirkuit Rapa-Rapa, area persawahan Desa Panaikang, pada Selasa, 7 Oktober 2025

Acara yang digagas oleh Pemerintah Desa bersama para pemuda Panaikang ini tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat, namun juga menjadi simbol kerja keras petani semangat gotong royong , dan identitas budaya masyarakat pedesaan. Dalam kegiatan tersebut hadir pula Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pangkep, H. Muh. Lutfi Hanafi, S.E., yang memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif kreatif masyarakat desa.

Dalam sambutannya, H. Muh. Lutfi Hanafi, S.E. menyampaikan rasa bangganya atas kekompakan masyarakat Desa Panaikang yang mampu memanfaatkan momentum peringatan HUT desa untuk menghadirkan kegiatan positif, menghibur, sekaligus bernilai budaya. Menurutnya, Balap Taxi Gabah merupakan kegiatan khas yang tidak hanya memperkuat kebersamaan antarwarga, tetapi juga menjadi wujud nyata inovasi desa dalam melestarikan tradisi lokal di tengah perkembangan zaman.

 “Saya sangat mengapresiasi kreativitas masyarakat Desa Panaikang yang terus berinovasi dan menjaga tradisi. Lomba Balap Taxi Gabah ini bukan hanya hiburan, tetapi juga menggambarkan semangat kerja keras, sportivitas, dan gotong royong masyarakat desa,” ujar Lutfi Hanafi di sela-sela kegiatan.

Ia juga menambahkan, kegiatan yang melibatkan masyarakat luas seperti ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda wisata tahunan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat desa. Keterlibatan para pelaku UMKM lokal yang menjajakan produk makanan dan kerajinan di sekitar lokasi acara merupakan bukti nyata bahwa kegiatan semacam ini dapat memberikan multiplier effect ekonomi bagi warga sekitar.

“Jika dikelola dengan baik, lomba seperti ini bisa menjadi magnet wisata desa. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami di DPRD tentu akan mendukung langkah-langkah inovatif seperti ini,” tambahnya.

Selain memberikan apresiasi, Ketua Komisi II DPRD Pangkep juga menyoroti pentingnya dukungan lintas sektor antara pemerintah desa, pemuda, dan aparat keamanan dalam menjaga kelancaran serta keselamatan pelaksanaan kegiatan. Ia mengapresiasi kolaborasi positif antara Pemerintah Desa Panaikang, Polsek Minasatene, dan unsur masyarakat yang bahu-membahu menyukseskan kegiatan tersebut.

 

> “Sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat seperti ini patut dicontoh. Kegiatan ini bisa berjalan tertib dan aman karena adanya kerja sama yang solid dari semua pihak,” tuturnya.

H. Muh. Lutfi Hanafi, S.E. juga berharap agar ke depan kegiatan serupa terus dilanjutkan dan ditingkatkan kualitasnya. Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus berperan aktif dalam mendorong program-program pemberdayaan masyarakat desa, termasuk dalam bidang kebudayaan, ekonomi kreatif, dan pengembangan pariwisata lokal

> “Kami berharap Desa Panaikang terus menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan kegiatan yang kreatif, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. DPRD selalu terbuka untuk mendukung program-program desa yang berdampak positif bagi kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Suasana acara semakin semarak dengan dukungan masyarakat yang memadati area lintasan, menyaksikan para peserta beradu kecepatan dan keseimbangan sambil membawa karung berisi sekam padi — simbol perjuangan dan kerja keras masyarakat tani.

Kehadiran Ketua Komisi II DPRD Pangkep di tengah-tengah masyarakat memberikan semangat tersendiri bagi warga dan panitia pelaksana. Dukungan dari unsur legislatif tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendorong kegiatan berbasis budaya 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *