Kolaborasi PKK & Relawan, PAJOKKA Bangkala Jadi Terobosan Layanan Jemput Bola untuk Warga

JENEPONTO – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com–  Bangkala,Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kecamatan Bangkala kian terasa nyata. Bertempat di ruang kerjanya, Rabu (1/10/2025) pukul 11.00 WITA, Camat Bangkala, UUD PANCA, S.Sos., M.M., memaparkan inovasi baru yang dinamakan PAJOKKA (Pelayanan Jemput Bola Ka’ Karaeng). Terobosan ini dihadirkan untuk menjawab tantangan akses layanan yang selama ini masih dirasakan berat oleh masyarakat di pelosok.

Selama ini, warga di desa-desa jauh harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk mengurus dokumen administrasi, sementara literasi pelayanan publik yang terbatas kerap memperlambat proses. Fasilitas kecamatan yang belum merata juga menambah kendala. “Kita tidak bisa lagi menunggu masyarakat datang, aparatur harus bergerak aktif menjemput kebutuhan mereka,” tegas UUD PANCA dalam wawancara dengan TIM KLTV Indonesia.

Nama pajokka sendiri berasal dari bahasa Makassar yang berarti tukang jalan. Filosofinya jelas: aparatur pemerintah harus mobile, hadir langsung di tengah warga, dan tidak boleh terjebak budaya birokrasi yang pasif. “PAJOKKA bukan hanya program teknis, tapi transformasi budaya kerja. Kita ingin aparatur yang proaktif, dekat, dan benar-benar melayani,” tambah Camat Bangkala.

Program ini melibatkan relawan desa/kelurahan serta kader Dasawisma PKK yang menjadi motor kolaborasi. Dengan pendekatan gotong royong, PAJOKKA diharapkan mampu menghadirkan pelayanan inklusif, berkelanjutan, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Inovasi ini sejalan dengan visi besar Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, S.E., M.M., melalui tagline “Jeneponto Bahagia 2029: Berkelanjutan, Tangguh, Berdayasaing, Religius, Inklusif, dan Melaju”. Khususnya, PAJOKKA mendukung misi membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan responsif.

Dalam tahap awal, program ini menargetkan layanan jemput bola di minimal satu desa sebagai quick wins, membentuk tim relawan di seluruh desa/kelurahan, serta menyusun SOP layanan berbasis kebutuhan nyata masyarakat. Dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan, PAJOKKA ditargetkan berjalan penuh di seluruh Bangkala, dengan capaian kepuasan warga hingga 20%.

Lebih jauh, Camat Bangkala menegaskan bahwa PAJOKKA akan menjadi model inovasi layanan tingkat kabupaten, terintegrasi dengan sistem digital, sehingga pelayanan dapat diakses lebih mudah, cepat, dan transparan. “Harapan kami, dalam 1–2 tahun mendatang, PAJOKKA mampu menjadi ikon pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Jeneponto,” ucapnya optimis.

Ruang lingkup layanan yang dihadirkan cukup luas, mulai dari administrasi kependudukan seperti pembuatan KK dan akta kelahiran, penerbitan surat-surat keterangan, hingga pendampingan sosial, ekonomi, kesehatan, serta edukasi publik. Semua dilakukan dengan pola jemput bola, hadir langsung ke desa dan kelurahan.

Dengan semangat “pajokka” sebagai tukang jalan, aparatur Kecamatan Bangkala kini siap hadir kapan saja dan di mana saja masyarakat membutuhkan. Terobosan ini sekaligus menandai langkah maju pemerintahan daerah dalam mendekatkan layanan kepada rakyat, menjadikan Bangkala sebagai contoh nyata inovasi pelayanan publik berbasis kolaborasi dan keberpihakan pada warga.

*PENULIS : IKBAL NAKKU

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *