KLIVETVINDONESIA.COM, SUMENEP – Survei Saesmik di Kepulauan Kangean menjadi salah satu strategi pembangunan yang tengah diinisiasi oleh Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi. Langkah ini tidak sekadar bertujuan membuka potensi sumber daya alam, melainkan juga untuk meninggalkan legacy pembangunan yang berjangka panjang bagi masyarakat Kangean.
Program yang digagas meliputi tiga prioritas utama:
1. Pembangunan jaringan listrik yang menyeluruh dan stabil bagi seluruh wilayah.
2. Penyediaan jaringan gas bagi 10.000 kepala keluarga (KK).
3. Pengembangan industri perikanan yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kerangka Survei Saesmik ini, beberapa instrumen pengelolaan dan distribusi manfaat ikut disoroti. Program Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) direncanakan disalurkan langsung dari perusahaan kepada pemerintah desa dengan kisaran Rp2,8–3 miliar apabila kegiatan dilakukan di daratan (on shore). Selain itu, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) akan menyasar kegiatan sosial, keagamaan, hingga pemberian beasiswa. Namun, program CSR ini menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, dari aspek fiskal, Dana Bagi Hasil (DBH) juga menjadi pertimbangan strategis. Apabila eksplorasi dilakukan on shore, DBH yang diterima mencapai 6% dan menjadi kewenangan mutlak daerah penghasil. Namun jika kegiatan dilakukan off shore atau di laut lepas, DBH hanya 2% dan harus dibagi rata ke 38 kota/kabupaten di Jawa Timur.
Awalnya, lokasi pembangunan direncanakan di satu titik. Akan tetapi, Bupati Ahmad Fauzi lebih menginginkan pusat pengembangan di daratan, dengan tujuan memperluas daya kemanfaatan bagi masyarakat. Di wilayah tersebut telah disiapkan lahan seluas 10 hektare untuk kebutuhan PLN serta 50 hektare untuk industri.
Dalam proses ini, PT GSI hanya bertindak sebagai kontraktor pelaksana. Pemerintah Kabupaten Sumenep menekankan bahwa aspek keselamatan dan kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas utama. Kolaborasi antara PLN, PGN, sektor eksplorasi, dan pengembangan industri diharapkan membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp240 miliar untuk penyelesaian infrastruktur jalan poros di seluruh wilayah Kangean. Menurut Ketua Umum KWK, Safiudin, bersama Ketua Umum Himpunan Melayan Seluruh Indonesia, DPC (HNSI) Sahnan, langkah strategis ini mencerminkan perhatian serius Bupati Ahmad Fauzi dalam mengakselerasi pembangunan Kangean.
Ke depan, akan dilakukan sosialisasi ulang melalui Dewan Perwakilan Rakyat yang menghadirkan seluruh pihak terkait, termasuk kelompok yang selama ini menyuarakan penolakan. Proses ini diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman bersama demi keberlanjutan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Kangean.
Dalam wawancara eksklusif bersama Media pada Senin, 29 September 2025, Bupati Ahmad Fauzi menegaskan komitmennya:
“Survei Saismik di Kangean ini bukan semata soal energi, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat. Saya ingin memastikan listrik, gas, dan industri perikanan benar-benar hadir untuk mendukung kehidupan warga. Inilah legacy yang saya ingin tinggalkan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh tahapan akan dilakukan secara transparan dan partisipatif, melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga akademisi. “Saya paham ada yang menolak, ada yang mendukung. Karena itu kami akan terus membuka ruang dialog, agar keputusan yang diambil benar-benar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” pungkasnya. (MJ)





